Bromo Bersalju di Musim Kemarau? Yuk, Intip Fenomena Embun Es yang Bikin Lautan Pasir Memutih!

Selasa, 16 Juli 2024 - 07:35 WIB
Angin muson timur yang berhembus dari Benua Australia menjadi salah satu penyebab utama penurunan suhu drastis di Gunung Bromo. Ditambah lagi, saat ini kita sedang memasuki puncak musim kemarau, di mana suhu udara cenderung lebih dingin.

“Fenomena ini terjadi ketika suhu udara cukup dingin berkisar antara 5-9 derajat celsius, dan hanya dijumpai pada pagi hari, atau sebelum matahari terbit dengan sempurna. Embun upas akan menghilang saat matahari mulai meninggi,” ungkap Septi.

Baca Juga: Tutup 4 Hari, BBTNBTS Angkut 5 Ton Sampah di Kawasan Bromo

Diprediksi fenomena embun upas ini akan kian mudah dijumpai, mengingat ini belum puncak dari musim kemarau. Sesuai prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) cuaca cenderung lebih dingin karena adanya penurunan suhu yang ekstrem.

"Puncak musim kemarau tahun 2024 di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi di bulan Juli dan Agustus,"tukasnya.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!