Pusat Data Nasional Indonesia Diserang Ransomware, Pelaku Minta Tebusan Rp131 Miliar
Senin, 24 Juni 2024 - 14:47 WIB
“Paling terdampak itu imigrasi, karena itu berkitan server. Serangan berdampak pada 210 instansi, baik pusat maupun daerah," kata Samuel di Kantor Kominfo, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2024).
Sebagai informasi, Pusat Data Nasional ini dipakai oleh 43 kementerian dan lembaga, sembilan provinsi, 86 kabupaten, dan 24 kota.
Menurut Semuel, data-data yang tersebar di dark web setelah serangan ini sebagian besar adalah data lama dari beberapa instansi. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan tidak ada data sensitif yang bocor.
Sebagai informasi, Pusat Data Nasional ini dipakai oleh 43 kementerian dan lembaga, sembilan provinsi, 86 kabupaten, dan 24 kota.
Data Penting Terancam Bocor
Pusat Data Nasional menyimpan banyak data penting dari berbagai instansi pemerintah, menjadikannya target yang menggiurkan bagi para pelaku kejahatan siber. Hal ini menjelaskan mengapa pelaku meminta tebusan dengan jumlah yang sangat besar.Menurut Semuel, data-data yang tersebar di dark web setelah serangan ini sebagian besar adalah data lama dari beberapa instansi. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan tidak ada data sensitif yang bocor.
Upaya Pemulihan dan Investigasi
Kementerian Kominfo, bersama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Polri, PT Telkom, dan kementerian/lembaga terkait, sedang bekerja keras untuk memulihkan sistem dan layanan yang terdampak. Prioritas utama adalah mengembalikan layanan imigrasi yang sangat penting bagi masyarakatLihat Juga :