World Cyber Games 2024 Digelar di Indonesia, Siap Dongkrak Industri Gim Nasional
Rabu, 05 Juni 2024 - 07:26 WIB
Liz mengatakan, potensi duit dari perputaran gim di Tanah Air pada tahun ini diprediksi hanya 2,5 miliar Dollar AS atau sekitar Rp 39 triliun. Angka ini tak sebanding dengan posisi Indonesia yang berada di tiga besar sebagai pengunduh gim yang ada. “Kalau Indonesia sendiri seperti yang tadi saya bilang itu, 2,5 miliar Dollar AS dan Indonesia ini peringkat ketiga pengunduh terbesar di dunia, ada 3 miliaran yang mengunduh gim,” ujar Liz.
Menurut dia, tingginya angka pengunduh gim di Indonesia sebetulnya membuktikan bahwa mereka tertarik terhadap gim yang ada di perangkat mobile maupun konsol. Kemenko Marves kemudian mendorong masyarakat untuk menciptakan gim sendiri, sehingga bisa bersaing dengan pasar global.
“Potensi-potensi yang bernilai ekonomi untuk Indonesia sendiri, bisa kami switch untuk mendorong kreatif anak-anak muda untuk bisa menjadi pencipta dari gim sendiri,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Liz mengungkap, ada tujuh tantangan yang dihadapi untuk mengembangkan ekosistem gim secara mandiri. Pertama pengembangan sumber daya manusia (SDM); kedua pembukaan akses pembiayaan; ketiga promosi dan akses pasar. Keempat penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai dan kompetitif; lalu kelima penyusunan regulasi untuk penguatan ekosistem gim nasional dan keenam pembangunan industri perangkat keras untuk gim nasional; dan ketujuh aktivasi gim nasional di kawasan regional dan global.
Atas dasar itulah, Liz mendukung Indonesia menjadi market gim terbesar di Asia Tenggara, sekaligus menjadi tuan rumah WCG 2024. Festival multigim terbesar di dunia ini, telah ada sejak tahun 2001 lalu dengan melibatkan 111 negara, 76 gim dan 1,5 juta pemain dari seluruh dunia.
Selain itu, Presiden RI Jokowi juga telah mendukung adanya ekosistem dari gim nasional. Hal ini dibuktikan dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional. Semangat dari Perpres Nomor 19 tahun 2024 ini mendorong supaya bisa meningkatkan nilai ekonomi industri ini, memberikan manfaat untuk Indonesia dan juga meningkatkan karya-karya berbasis kearifan lokal,” tuturnya.
Menurut dia, tingginya angka pengunduh gim di Indonesia sebetulnya membuktikan bahwa mereka tertarik terhadap gim yang ada di perangkat mobile maupun konsol. Kemenko Marves kemudian mendorong masyarakat untuk menciptakan gim sendiri, sehingga bisa bersaing dengan pasar global.
“Potensi-potensi yang bernilai ekonomi untuk Indonesia sendiri, bisa kami switch untuk mendorong kreatif anak-anak muda untuk bisa menjadi pencipta dari gim sendiri,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Liz mengungkap, ada tujuh tantangan yang dihadapi untuk mengembangkan ekosistem gim secara mandiri. Pertama pengembangan sumber daya manusia (SDM); kedua pembukaan akses pembiayaan; ketiga promosi dan akses pasar. Keempat penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai dan kompetitif; lalu kelima penyusunan regulasi untuk penguatan ekosistem gim nasional dan keenam pembangunan industri perangkat keras untuk gim nasional; dan ketujuh aktivasi gim nasional di kawasan regional dan global.
Atas dasar itulah, Liz mendukung Indonesia menjadi market gim terbesar di Asia Tenggara, sekaligus menjadi tuan rumah WCG 2024. Festival multigim terbesar di dunia ini, telah ada sejak tahun 2001 lalu dengan melibatkan 111 negara, 76 gim dan 1,5 juta pemain dari seluruh dunia.
Selain itu, Presiden RI Jokowi juga telah mendukung adanya ekosistem dari gim nasional. Hal ini dibuktikan dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional. Semangat dari Perpres Nomor 19 tahun 2024 ini mendorong supaya bisa meningkatkan nilai ekonomi industri ini, memberikan manfaat untuk Indonesia dan juga meningkatkan karya-karya berbasis kearifan lokal,” tuturnya.
Lihat Juga :