Terobosan Baru, Mengisi Daya Smartphone Cukup 60 Detik

Senin, 03 Juni 2024 - 12:29 WIB
Namun, ketika memeriksa ion dan pergerakannya, para peneliti menemukan bahwa ion bergerak secara fundamental berbeda di persimpangan pori-pori nanoskala yang kecil dibandingkan dengan bagaimana elektron bergerak di dekat lokasi yang sama. Pengamatan lebih lanjut membantu mereka menentukan bahwa gerakan ini berbeda dari apa yang dijelaskan oleh hukum Kirchhoff.

Baca Juga: Xiaomi Buktikan Teknologi Remote Wireless Charger Bukan Fiksi!

Namun, ini tidak sepenuhnya membuang hukum lama, karena masih memberikan penjelasan yang valid tentang bagaimana aliran elektronik mengalir dalam sirkuit elektronik konvensional. "Namun, untuk menciptakan pengisi daya generasi berikutnya yang mampu memanfaatkan sepenuhnya pergerakan ion, kita harus melihat hal-hal yang berbeda. Ini adalah mata rantai yang hilang yang dicari," ujar para peneliti.

Menciptakan penyimpanan energi yang lebih efisien telah menjadi tujuan utama bagi banyak insinyur. Ada baterai berbahan dasar air yang mampu menyimpan lebih banyak daya daripada baterai lithium-ion tradisional. Namun, metode yang memungkinkan mengisi daya baterai secara instan akan menghilangkan banyak hambatan seputar adopsi yang lebih luas dari hal-hal seperti mobil listrik. Belum lagi betapa nyamannya pengisi daya generasi berikutnya untuk mengisi daya laptop, ponsel, dan perangkat elektronik lainnya secara instan.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!