Hasil Riset Terbaru, Main Medsos sebelum Tidur Memicu Mimpi Buruk
Jum'at, 31 Mei 2024 - 14:22 WIB
Baca Juga: 4 Penyebab Mimpi Buruk saat Tidur, Jangan Disepelekan
Pertanyaan berpusat pada tema ketidakberdayaan, kehilangan kendali, penghambatan, viktimisasi, dan kesalahan dalam ranah media sosial. Pilihan respons berkisar dari nol (tidak pernah) hingga tujuh (beberapa kali dalam seminggu).
Hasil penelitian menunjukkan mimpi buruk yang paling umum adalah tidak bisa login ke platform media sosial diikuti oleh gangguan hubungan dengan pengguna media sosial lainnya. Studi tersebut menemukan bahwa mimpi buruk dapat disebabkan oleh stres karena mempertahankan kehadiran online, cyberbullying, kebencian online, atau cyberstalking.
Mereka yang dilaporkan menggunakan media sosial lebih sering daripada yang lain dan merasa lebih terhubung secara emosional dengannya lebih sering mengalami mimpi buruk terkait media, menurut penelitian tersebut.
Para peserta dibagi menjadi dua kelompok. Yaitu kelompok usia di atas 27 tahun dan di bawah dengan rata-rata usia 27,75. Hasil penelitian menemukan tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok usia atau jenis kelamin.
Para peneliti melaporkan jumlah peserta yang mengalami mimpi buruk terkait media sosial jarang terjadi tetapi dapat dikaitkan dengan mereka yang menggunakan Instagram dan Facebook secara berlebihan sebelum tidur. Studi tersebut tidak menyebutkan berapa banyak peserta yang mengalami mimpi buruk yang dikaitkan dengan penggunaan media sosial.
Pertanyaan berpusat pada tema ketidakberdayaan, kehilangan kendali, penghambatan, viktimisasi, dan kesalahan dalam ranah media sosial. Pilihan respons berkisar dari nol (tidak pernah) hingga tujuh (beberapa kali dalam seminggu).
Hasil penelitian menunjukkan mimpi buruk yang paling umum adalah tidak bisa login ke platform media sosial diikuti oleh gangguan hubungan dengan pengguna media sosial lainnya. Studi tersebut menemukan bahwa mimpi buruk dapat disebabkan oleh stres karena mempertahankan kehadiran online, cyberbullying, kebencian online, atau cyberstalking.
Mereka yang dilaporkan menggunakan media sosial lebih sering daripada yang lain dan merasa lebih terhubung secara emosional dengannya lebih sering mengalami mimpi buruk terkait media, menurut penelitian tersebut.
Para peserta dibagi menjadi dua kelompok. Yaitu kelompok usia di atas 27 tahun dan di bawah dengan rata-rata usia 27,75. Hasil penelitian menemukan tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok usia atau jenis kelamin.
Para peneliti melaporkan jumlah peserta yang mengalami mimpi buruk terkait media sosial jarang terjadi tetapi dapat dikaitkan dengan mereka yang menggunakan Instagram dan Facebook secara berlebihan sebelum tidur. Studi tersebut tidak menyebutkan berapa banyak peserta yang mengalami mimpi buruk yang dikaitkan dengan penggunaan media sosial.
Lihat Juga :