Terungkap, Bangsa Mesir Telah Mengenal Bedah Otak 4 Ribu Tahun Lalu
Kamis, 30 Mei 2024 - 08:10 WIB
Dalam penelitian tersebut, tim memeriksa dua tengkorak yang disimpan di Koleksi Duckworth Universitas Cambridge. Tengkorak dan rahang bawah 236 berasal dari antara 2687 dan 2345 SM, dan milik individu laki-laki berusia antara 30 hingga 35 tahun. Tengkorak E270 berasal dari antara 663 dan 343 SM dan milik individu perempuan yang berusia di atas 50 tahun.
Lesi besar yang konsisten dengan kerusakan jaringan berlebihan - suatu kondisi yang disebut neoplasma - ditemukan pada Tengkorak 236. Ada juga sekitar 30 lesi metastasis kecil dan bulat yang tersebar di seluruh tengkorak.
Baca Juga: Arkeolog Temukan Manuskrip 'Kitab Orang Mati' di Pemakaman Mesir Kuno
Anehnya, mereka juga menemukan berbagai bekas sayatan di sekitar lesi ini. Mereka percaya bekas sayatan itu kemungkinan dibuat oleh benda tajam, mungkin instrumen logam.
"Tampaknya orang Mesir kuno melakukan semacam intervensi bedah yang terkait dengan adanya sel kanker, membuktikan bahwa pengobatan Mesir kuno juga melakukan perawatan eksperimental atau eksplorasi medis terkait dengan kanker," kata Albert Isidro, rekan penulis studi dan ahli bedah onkologi di Rumah Sakit Universitas Sagrat Cor di Spanyol, dalam sebuah pernyataan.
Tengkorak E270 memiliki lesi besar yang kemungkinan adalah tumor kanker yang menyebabkan kerusakan tulang. Menurut tim, ini bisa menjadi tanda bahwa kanker adalah patologi umum di zaman kuno. Tengkorak E270 juga memiliki dua lesi sembuh dari luka traumatis. Salah satu luka tampaknya akibat peristiwa kekerasan jarak dekat dengan penyerang menggunakan senjata tajam. Lesi yang sembuh ini mungkin berarti bahwa individu tersebut dapat menerima semacam perawatan dan selamat karenanya.
Lesi besar yang konsisten dengan kerusakan jaringan berlebihan - suatu kondisi yang disebut neoplasma - ditemukan pada Tengkorak 236. Ada juga sekitar 30 lesi metastasis kecil dan bulat yang tersebar di seluruh tengkorak.
Baca Juga: Arkeolog Temukan Manuskrip 'Kitab Orang Mati' di Pemakaman Mesir Kuno
Anehnya, mereka juga menemukan berbagai bekas sayatan di sekitar lesi ini. Mereka percaya bekas sayatan itu kemungkinan dibuat oleh benda tajam, mungkin instrumen logam.
"Tampaknya orang Mesir kuno melakukan semacam intervensi bedah yang terkait dengan adanya sel kanker, membuktikan bahwa pengobatan Mesir kuno juga melakukan perawatan eksperimental atau eksplorasi medis terkait dengan kanker," kata Albert Isidro, rekan penulis studi dan ahli bedah onkologi di Rumah Sakit Universitas Sagrat Cor di Spanyol, dalam sebuah pernyataan.
Tengkorak E270 memiliki lesi besar yang kemungkinan adalah tumor kanker yang menyebabkan kerusakan tulang. Menurut tim, ini bisa menjadi tanda bahwa kanker adalah patologi umum di zaman kuno. Tengkorak E270 juga memiliki dua lesi sembuh dari luka traumatis. Salah satu luka tampaknya akibat peristiwa kekerasan jarak dekat dengan penyerang menggunakan senjata tajam. Lesi yang sembuh ini mungkin berarti bahwa individu tersebut dapat menerima semacam perawatan dan selamat karenanya.
Lihat Juga :