Mengenal Teknologi Bioprinting: Penggunaan Organ Buatan untuk Uji Coba Obat

Jum'at, 24 Mei 2024 - 08:32 WIB
Oleh karena itu, lahirlah inovasi teknologi bernama Bioprinting. Sangat jarang peneliti yang menekuni bidang tersebut, tetapi Pietra bertekad untuk menjadi salah satu peneliti perempuan Indonesia yang menekuni tentang bioprinting.

Pemenang program L’Oréal-UNESCO For Women in Science 2023 itu menjelaskan bioprinting bertujuan untuk membuat organ buatan. Nantinya organ buatan tersebut akan berguna untuk proses penemuan obat.

“Bioprinting di Indonesia sangat jarang. Karena penelitian ini disebutnya organoid. Itu masih sangat-sangat minim. Saya rasa saya termasuk sedikit orang yang mengerjakan, tapi di luar itu sudah banyak sekali,” ujarnya.

Pietra menyatakan bahwa teknologi bioprint mampu membuat penemuan obat untuk suatu penyakit jauh lebih cepat dan efisien.

Sebab, sebelum adanya teknik bioprinting, para peneliti harus melakukan uji coba klinis melalui hewan, manusia, hingga akhirnya layak untuk disebarluaskan.

Bahkan waktu yang diperlukan dalam proses penemuan obat memakan waktu paling cepat 5 tahun lamanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!