Ini Lima Sektor yang Paling Rentan Serangan Siber

Kamis, 16 Mei 2024 - 06:37 WIB
"Ransomware itu masih relevan dan masih menjadi salah satu yang paling banyak dilakukan oleh attacker karena ya mungkin keuntungannya untuk mereka," ujar Adithya Nugraputra.

Sementara temuan lain yang dipaparkan oleh Ensign adalah soal maraknya tren Artificial Intelligence (AI) sebagai ancaman untuk dunia siber. Sebagaimana diketahui, AI semakin digandrungi dan terus berkembang pesat seiring dengan maraknya penggunannya.

Baca Juga: China: AS 'Raja' Serangan Siber di Dunia

Meski AI membantu tim security, bak pisau bermata dua, AI yang terus berkembang juga semakin digandrungi oleh para penyerang. Al membantu Tim Security dengan alat yang lebih canggih untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan atau jahat. Sementara penyerang menggunakan Al untuk eksplorasi awal dan akses seperti phishing hingga nantinya mulai mencari celah untuk melakukan serangan.

"AI sedang hits, ke depan pun akan berkembang untuk mempelajari banyak data, sangat membantu, menjadi relevan saat ini. Tapi selain membatu tim security, mereka juga membantu penyerang, mereka pakai AI melakukan pengintaian lalu mencoba melakukan serangan ke sistem AI, mencari celah sistem AI," katanya.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!