Ahli Minta Pengguna Smartphone Tidak Ngecas HP di Bandara

Selasa, 16 April 2024 - 12:24 WIB
“Malware dapat menyelinap ke perangkat yang terhubung ke stasiun pengisian daya yang sudah terinfeksi. Parahnya, data dan kata sandi pengguna dapat dicuri oleh peretas,” tulis Unilad.

Bukan tak mungkin hal itu dapat berujung pada kerugian materi, seperti pemerasan saldo aplikasi bank seluler pemilik ponsel pintar. Mengerikan, bukan? Peringatan dari Kantor Kejaksaan Distrik LA menyebutkan, “stasiun pengisian daya USB publik di bandara, hotel, dan lokasi lain berpotensi membahayakan perangkat di seluruh dunia.”

Untuk itu, para pengguna ponsel disarankan untuk membawa bank daya dan kabel masing-masing ketika mereka berpergian. Sudah banyak outlet-outlet yang menjual bank daya, baik secara daring maupun luring.

Seorang pakar keamanan cyber dari perusahaan teknologi IBM asal Amerika Serikat bernama Caleb Barlow punya masukan berbeda soal itu. Barlow mengatakan kalau colokan USB yang banyak ditemui di tempat pengisian baterai ponsel bandara dapat dimanfaatkan untuk kejahatan cyber seperti ia katakan pada media Forbes.

“Mencolok USB di tempat umum diibaratkan seperti menemukan sikat gigi di jalan dan memakainya untuk sikat gigi. Anda tak akan tahu perihal dari mana barang itu,” ujar Barlow sambil menambahkan colokan USB untuk mengisi baterai ponsel di bandara bisa saja dimodifikasi oleh penjahat cyber untuk meng-install virus hingga mencuri informasi tanpa sepengetahuan traveler.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!