Menguak Misteri Lubang Raksasa di Samudra Hindia

Senin, 01 April 2024 - 18:50 WIB
Baca Juga : Peneliti Selidiki Lubang Raksasa di Lapisan Es Greenland

Bentuk bumi yang tidak beraturan dan perbedaan kepadatan bumi memberikan pengaruh penting pada fitur permukaan dan tarikan gravitasinya. Sebagaimana dinyatakan oleh Attreyee Ghosh, ahli geofisika dan profesor di Pusat Ilmu Bumi di Institut Sains India, variasi kepadatan di seluruh planet secara langsung memengaruhi geoidnya, menentukan tingkat hipotetis bahwa air akan mencapai keseimbangan di permukaan di bawah permukaan bumi.

Lubang raksasa alias lubang gravitasi tadi pun secara resmi disebut geoid rendah Samudera Hindia. Fenomena ini menjadi contoh anomali gravitasi paling signifikan di wilayah ini. Lantaran membentuk depresi melingkar yang dimulai dari ujung selatan India dan mencakup sekitar 1,2 juta mil persegi.

Anomali ini pertama kali diidentifikasi oleh ahli geofisika Belanda Felix Andries Vening Meinesz pada 1948 selama survei gravitasi dan masih belum dapat dijelaskan secara gamblang.

Baca Juga : 5 Fakta Menarik Terkait Lubang Hitam, Sudah Tahu?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!