Mengenal dan Melihat Perkembangan Vaksin Merah Putih Buatan Indonesia

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 21:21 WIB
“Seperti yang kemarin disuntikkan oleh Bapak Presiden itu uji klinis vaksin dari luar negeri. Yang sedang kami lakukan mengembangkan bibit sekitar 40% pengembangan antigennya,” kata Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio kepada SINDO Media beberapa wkatu lalu.

Amin juga menyatakan, sebanyak 50% dari produksi Vaksin Merah Putih nantinya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Meskipun produksi dalam negeri sebanyak 350 juta dosis per tahun, namun proses vaksinasi tidak bisa diselesaikan dalam waktu seminggu.

Amin memprediksi, dengan jumlah penduduk Indonesia yang sedemikian banyak, maka proses vaksinasi paling cepat akan berlangsung sekitar 1 tahun. “Kita baru bisa menyelesaikan program vaksinasinya paling cepat 1 tahun. Kalau kita menunggu dari luar negeri kita harus menunggu lebih lama,” ungkap Amin.

Sedangkan perbedaannya dengan vaksin lain, seperti vaksin yang dikembangkan oleh Sinovas, adalah vaksin Sinovac menggunakan virus utuh.

Jadi pada vaksin Sinovac virus secara keseluruhan menggunakan virus hidup yang dibiakkan sebanyak mungkin, kemudian dimatikan dengan bahan kimia atau cara-cara apapun. Lalu setelah dimurnikan, maka virus itu secara keseluruhan bisa dipakai untuk vaksin langsung. Proses yang dilalui lebih pendek, tapi harus mengembangbiakkan virus dalam jumlah besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!