Ini Kota Terpanas di Dunia, tapi Penduduknya Kaya Raya

Rabu, 20 Maret 2024 - 18:06 WIB

Dampak Sosial dan Ekonomi



Kondisi ekstrem ini membuat Kota Kuwait semakin tidak layak huni. Penduduk setempat memahami situasi ini. Kepada AFP, pedagang kurma Abdullah Ashkanani mengatakan bahwa konsumsi energi yang berlebihan telah membawa panas ini ke Kuwait.

Tahun ini, untuk pertama kalinya, pemerintah Kuwait mengeluarkan peraturan yang mengizinkan pemakaman dilakukan pada malam hari. Pernah menjadi pusat perdagangan dan perikanan yang berkembang pesat, dijuluki Marseilles of the Gulf, penemuan minyak pada tahun 1930-an mengubah wajah Kota Kuwait.

Orang kaya yang memiliki cadangan minyak dan mereka yang mampu membelinya jarang keluar rumah. Mereka lebih memilih kenyamanan AC di rumah, kantor, atau pusat perbelanjaan lokal. Bahkan ada seluruh jalan perbelanjaan dalam ruangan, dihiasi pohon palem dan butik bergaya Eropa.

Namun, jalanan di Kuwait City tidak sepenuhnya sepi. Para pekerja migran, sebagian besar berasal dari negara-negara Arab, Asia Selatan dan Tenggara, membentuk sekitar 70 persen dari populasi negara itu. Berkat sistem kafala yang kontroversial, mereka berbondong-bondong ke Kuwait untuk mencari nafkah di bidang konstruksi atau layanan domestik.

Baca Juga: Dunia Dilanda Hari Terpanas pada 3 Juli 2023
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!