Pulau Kuno Penuh dengan Mineral Berharga Ditemukan di Dasar Laut Atlantik

Minggu, 17 Maret 2024 - 11:43 WIB
Gagasan bahwa punggung bukit itu dulunya adalah sebuah pulau pertama kali muncul pada tahun 2018, dan kini telah dipastikan melalui analisis baru terhadap tanah yang dikeruk dari RGR bagian barat.

Para peneliti menilai sifat mineralogi, geokimia, dan magnetik sedimen dan menemukan bahwa sampel tersebut sebagian besar terdiri dari tanah liat merah yang sesuai dengan karakteristik "tanah merah" (terra roxa) yang ditemukan di banyak wilayah negara bagian São Paulo. Di dalam tanah, para peneliti menemukan banyak mineral khas pelapukan batuan vulkanik, termasuk magnetit teroksidasi, hematit, goetit, dan kaolinit.

Secara keseluruhan, penemuan ini menunjukkan bahwa tanah liat tersebut terbentuk akibat pelapukan kimiawi yang intens pada batuan vulkanik di iklim hangat dan basah dengan aktivitas gunung berapi.

Berdasarkan analisis tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa RGR terpapar unsur-unsur tersebut selama Eosen, yang berlangsung hingga sekitar 35 juta tahun yang lalu dan ditandai dengan kondisi tropis.

“Penelitian dan analisis kami memungkinkan kami menentukan bahwa itu memang sebuah pulau,” jelas penulis studi Luigi Jovane dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari IFL Science, Minggu (17/3/2024).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!