Super Langka, Fenomena Nova Bisa Disaksikan dengan Mata Telanjang

Jum'at, 15 Maret 2024 - 10:00 WIB
Meskipun kedua laporan tersebut bisa saja merujuk pada objek lain di langit, Schaefer yakin kemungkinan besar itu adalah kemunculan T CrB sebelumnya, sehingga memperkuat prediksinya tentang kemunculan T CrB dalam waktu dekat.

Baca Juga: Fenomena Alam Unik di Dunia

Meskipun demikian, prediksi Schaefer tentang waktu kemunculan T CrB masih mengandung ketidakpastian, yang tampaknya diabaikan dalam beberapa laporan baru-baru ini yang menyebutkan bahwa T CrB akan mencapai puncak kecerlangannya pada bulan September.

T CrB memiliki deklinasi 25 derajat utara, yang berarti sistem ini dapat dilihat hampir sepanjang tahun dari Eropa dan Amerika Utara. Namun, periode pengamatan terbatas pada bulan September-November karena Matahari berada terlalu dekat dengan T CrB di langit. Pengamat di belahan bumi selatan memiliki jendela pengamatan yang jauh lebih sempit.

Ketika ledakan T CrB terjadi, NASA memprediksi fenomena unik ini akan terlihat dengan mata telanjang selama beberapa hari, dan kemudian dapat diamati dengan teropong selama sekitar satu minggu. Untuk menemukan T CrB, carilah di antara bintang terang Vega dan Arcturus, sedikit lebih dekat ke Arcturus, dan sekitar tujuh derajat dari Alphecca, yang mungkin memiliki kecerlangan yang sama atau sedikit lebih terang.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!