Roti Nabi Adam Berusia 8.600 Tahun Ditemukan di Turki

Minggu, 10 Maret 2024 - 10:18 WIB
Penemuan roti ini menunjukkan bahwa masyarakat Çatalhöyük sudah memiliki pengetahuan tentang fermentasi dan pengolahan tepung menjadi roti. Hal ini menandakan perkembangan penting dalam sejarah manusia, yaitu peralihan dari gaya hidup nomaden ke kehidupan menetap dan bercocok tanam.

Çatalhöyük sendiri merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO yang terkenal sebagai salah satu pusat urbanisasi paling awal di dunia. Kota ini memiliki populasi padat sebanyak 8.000 orang dan menunjukkan bukti domestikasi hewan dan tanaman.

Penemuan roti ini semakin memperkuat peran Çatalhöyük sebagai pusat perkembangan budaya dan teknologi pada masa lampau. Dr. Türkcan bahkan menyebutnya sebagai "titik awal arkeologi makanan" dan "salah satu perhentian yang sangat penting" dalam sejarah manusia.

Meskipun terdapat klaim penemuan roti pipih yang lebih tua di Yordania, penemuan roti uleni di Çatalhöyük ini menunjukkan kemajuan teknologi pengolahan makanan pada masa itu. Roti ini bukan hanya roti tidak beragi, melainkan roti yang difermentasi dan memiliki tekstur yang lebih kompleks.

Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana manusia purba hidup dan bagaimana mereka mengembangkan teknologi dan budaya mereka. Roti ini menjadi bukti nyata bahwa manusia telah mampu mengolah makanan dan bercocok tanam sejak zaman dahulu kala.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!