5 Kepunahan Akibat Kiamat Kecil yang Pernah Terjadi di Bumi

Kamis, 07 Maret 2024 - 09:04 WIB

2. Kepunahan Devon Akhir - 365 juta tahun yang lalu

Sering disebut sebagai "zaman ikan", periode Devonian menyaksikan naik turunnya banyak spesies laut prasejarah. Peristiwa ini terjadi sekitar 383 juta tahun yang lalu, menyebabkan 75 persen dari semua spesies Bumi menghilang selama rentang 20 juta tahun.

Dalam periode kepunahan kedua ini tanah mulai ditemukan dan tanaman mulai tumbuh. Tanah yang kaya nutrisi ini kemudian mengalir ke lautan dunia, menyebabkan alga berkembang biak dalam skala yang sangat besar, menciptakan zona mati raksasa, di mana alga menghilangkan oksigen dari air.

Peristiwa ini lantas mencekik kehidupan laut, dan mendatangkan malapetaka pada rantai makanan laut. Spesies yang tidak dapat beradaptasi dengan penurunan kadar oksigen dan kekurangan makanan kemudian binasa. Salah satu monster laut yang terhapus dari lautan dunia adalah ikan Dunkleosteus.

3. Kepunahan Permian-Triassic - 253 juta tahun yang lalu

Peristiwa kepunahan ini sering disebut sebagai "The Great Dying". Ini adalah kepunahan massal yang terbesar yang pernah melanda Bumi yang sukses memusnahkan sekitar 90% dari semua spesies yang ada di Bumi termasuk memusnahkan reptil, serangga, dan amfibi yang berkeliaran di darat.

Apa yang menyebabkan bencana ini adalah periode vulkanisme yang merajalela. Pada akhir periode Permian, bagian dunia yang sekarang kita sebut Siberia meletus menjadi gunung berapi yang eksplosif. Ini melepaskan sejumlah besar karbon dioksida ke atmosfer, menyebabkan Bumi panas.

Akibatnya, pola cuaca berubah, permukaan laut naik dan hujan asam melanda daratan. Di lautan, peningkatan kadar karbon dioksida larut ke dalam air, meracuni kehidupan laut dan menghilangkan air yang kaya oksigen. Naiknya suhu laut juga mengurangi kadar oksigen di dalam air.

4. Kepunahan Triassic-Jurassic extinction - 201 juta tahun yang lalu

Periode Trias terjadi sekitar 201 juta tahun lalu di mana pada masa ini dinosaurus mulai menghuni dunia. Meskipun masih belum jelas mengapa kepunahan massal keempat ini terjadi, para ilmuwan berpendapat bahwa aktivitas vulkanik besar-besaran terjadi di wilayah dunia yang sekarang tertutup oleh Samudra Atlantik lah biang keroknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!