Arkeolog Beberkan Fakta Mumi Chinchorro Jauh Lebih Tua dari yang di Mesir
Senin, 26 Februari 2024 - 13:17 WIB
Segera setelah kedatangan mereka, Chinchorro memulai praktik penguburan baru dengan mengawetkan jenazah mereka di pasir gurun kering yang mengelilingi mereka.
Pemakaman kuno ini sekarang masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO karena nilai arkeologisnya, karena tidak hanya memberikan wawasan tentang bentuk mumifikasi yang aneh ini, tetapi juga bagaimana komunitas Chinchorro berfungsi, dan bagaimana struktur sosial dan spiritual mereka.
Yang penting, tidak seperti orang Mesir yang mencadangkan mumifikasi untuk elit sosial mereka, suku Chinchorro menawarkannya sebagai ritual untuk semua orang.
Proses mumifikasi Chinchorro berbeda dengan pendekatan orang Mesir. Pertama, tubuh akan dikupas kulitnya dan organ-organnya akan diambil. Setelah rongga tubuh kering, kulit akan dijahit kembali.
Jenazah juga terkadang dibungkus dengan bahan yang rumit, seperti buluh, kulit singa laut, dan wol alpaka. Kemudian bagian wajah akan ditutup dengan tanah liat, kemudian dipasang masker yang memiliki bukaan mata dan mulut.
Pemakaman kuno ini sekarang masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO karena nilai arkeologisnya, karena tidak hanya memberikan wawasan tentang bentuk mumifikasi yang aneh ini, tetapi juga bagaimana komunitas Chinchorro berfungsi, dan bagaimana struktur sosial dan spiritual mereka.
Yang penting, tidak seperti orang Mesir yang mencadangkan mumifikasi untuk elit sosial mereka, suku Chinchorro menawarkannya sebagai ritual untuk semua orang.
Proses mumifikasi Chinchorro berbeda dengan pendekatan orang Mesir. Pertama, tubuh akan dikupas kulitnya dan organ-organnya akan diambil. Setelah rongga tubuh kering, kulit akan dijahit kembali.
Jenazah juga terkadang dibungkus dengan bahan yang rumit, seperti buluh, kulit singa laut, dan wol alpaka. Kemudian bagian wajah akan ditutup dengan tanah liat, kemudian dipasang masker yang memiliki bukaan mata dan mulut.
Lihat Juga :