10 Fakta Mengejutkan tentang Listrik, Terlibat dalam Pembentukan Berlian

Minggu, 28 Januari 2024 - 21:00 WIB

4. Ketika petir menggelegar, tanaman berkilau



Selama badai listrik, tanaman kadang-kadang merespons medan listrik yang disebabkan oleh badai dengan menyebabkan percikan listrik kecil. Percikan ini dapat menciptakan kabut biru samar yang dikenal sebagai corona.

Pelepasan ini dapat memengaruhi kualitas udara. Dalam studi 2022 yang diterbitkan dalam Journal of Geophysical Research: Atmospheres, peneliti menemukan bahwa corona menghasilkan kadar tinggi senyawa kimia reaktif tinggi yang disebut radikal. Radikal kekurangan elektron dan dapat mencurinya dari atom terdekat, mengubah senyawa kimia di sekitarnya. Hal ini dapat menghilangkan beberapa senyawa berbahaya dari udara, tetapi juga dapat menciptakan polutan udara baru, demikian laporan para peneliti.

Baca Juga: Tips Terhindar dari Bahaya Listrik

5. Otak dapat menyuplai daya lampu pijar



Sel-sel saraf berkomunikasi melalui pulsa listrik kecil yang dipicu oleh perubahan dalam membran sel saraf yang memungkinkan molekul bermuatan mengalir masuk dan keluar sel sebagai respons terhadap sinyal kimia. Dengan kata lain, otak menghasilkan listrik sendiri. Secara bersama-sama, daya yang dihasilkan oleh semua 86 miliar neuron di otak akan cukup untuk menyuplai lampu pijar berdaya rendah.

6. Getaran listrik berbeda di seluruh dunia



Getaran yang dihasilkan saat berada di dekat perangkat listrik sebenarnya efek samping dari getaran elektromagnet di dalam perangkat tersebut. Arus bolak-balik listrik bervariasi tergantung seberapa cepat arus berganti-ganti. Di AS, Kanada, dan beberapa negara Amerika Selatan, arus berganti 60 kali per detik, sementara di sebagian besar dunia lainnya arus berganti 50 kali per detik.

Getaran ini sekitar dua kali lipat frekuensi perubahan arusnya, kata Gary Woods, seorang profesor di jurusan teknik listrik dan komputer di Rice University di Texas. Jadi di AS, listrik berdengung pada 120 hertz, atau antara B dan B-flat dua oktaf di bawah middle C. Di Eropa, listrik berdengung pada 100 hertz, atau antara A-flat dan G dua oktaf di bawah middle C.

7. Konsumsi listrik terus tumbuh



Dunia menggunakan banyak energi listrik. Pada 2019, konsumsi listrik global mencapai 22.848 terawatt-jam. Untuk memberikan gambaran, satu terawatt setara dengan satu triliun watt.

Industri mengonsumsi sekitar 41% dari total itu, menurut Badan Energi Internasional (IEA), diikuti oleh penggunaan rumah tangga sekitar 27% dan penggunaan komersial dan pelayanan publik sekitar 21%. Sisanya digunakan untuk transportasi, termasuk kendaraan listrik, dan penggunaan lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!