Xiaomi Menggila: No 1 di India dan Eropa, No 4 di Indonesia dan Tiongkok
Rabu, 12 Agustus 2020 - 09:45 WIB
Di Indonesia, IDC mencatat bahwa Xiaomi menduduki posisi keempat di kuartal pertama 2020. Mereka dianggap memiliki fanbase kuat dan mampu menjangkau konsumen yang luas lewat beragam model terjangkau.
Posisi Xiaomi di Indonesia, sama dengan di Tiongkok. Mereka berada di posisi keempat, setelah Apple. Huawei, Vivo, dan Oppo masih merajai pasar Tiongkok secara keseluruhan.
5G, AI, DAN IOT
Produk IoT canggih keluaran Xiaomi sudah semakin banyak dipasarkan di Indonesia. Salah satunya Mi Robot Vacuum Mop ini. Foto: dok Xiaomi.
Di Indonesia, konsumen mungkin sudah semakin paham bahwa Xiaomi tidak hanya jualan smartphone, namun juga berbagai perangkat lainnya.
Ini memang menjadi bagian dari startegi Xiaomi. Di awal 2020, Xiaomi menyempurnakan strategi yang sebelumnya hanya “Smartphone+AIoT”, menjadi “5G+AI+AIoT”.
Dalam konteks 5G, Xiaomi mengaku tidak ingin memberikan smartphone yang cepat. Tapi, menyediakan berbagai portofolio produk 5G bagi konsumen. Strategi ini dianggap jadi kunci sukses mereka di pasar teknologi.
Saat ini perusahaan tersebut sudah melakukan inkubasi dan berinvestasi kepada lebih dari 200 perusahaan yang mengembangkan perangkat pintar untuk membangun platform IoT.
BACA JUGA:Mencari Entry Level Terbaik: Komparasi Redmi 9, Samsung A20s, Oppo A52, dan Vivo Y30
Posisi Xiaomi di Indonesia, sama dengan di Tiongkok. Mereka berada di posisi keempat, setelah Apple. Huawei, Vivo, dan Oppo masih merajai pasar Tiongkok secara keseluruhan.
5G, AI, DAN IOT
Produk IoT canggih keluaran Xiaomi sudah semakin banyak dipasarkan di Indonesia. Salah satunya Mi Robot Vacuum Mop ini. Foto: dok Xiaomi.
Di Indonesia, konsumen mungkin sudah semakin paham bahwa Xiaomi tidak hanya jualan smartphone, namun juga berbagai perangkat lainnya.
Ini memang menjadi bagian dari startegi Xiaomi. Di awal 2020, Xiaomi menyempurnakan strategi yang sebelumnya hanya “Smartphone+AIoT”, menjadi “5G+AI+AIoT”.
Dalam konteks 5G, Xiaomi mengaku tidak ingin memberikan smartphone yang cepat. Tapi, menyediakan berbagai portofolio produk 5G bagi konsumen. Strategi ini dianggap jadi kunci sukses mereka di pasar teknologi.
Saat ini perusahaan tersebut sudah melakukan inkubasi dan berinvestasi kepada lebih dari 200 perusahaan yang mengembangkan perangkat pintar untuk membangun platform IoT.
BACA JUGA:Mencari Entry Level Terbaik: Komparasi Redmi 9, Samsung A20s, Oppo A52, dan Vivo Y30
Lihat Juga :