Spesifikasi Drone Orlan dan ZALA, Senjata Baru Kapal Perang Rusia
Rabu, 24 Januari 2024 - 09:24 WIB
Drone Orlan-10 dan ZALA beroperasi pada ketinggian hingga 5.000 meter, mencapai kecepatan hingga 170 km/jam, dan dapat bertahan di udara selama 10 jam. Orlan-10 memiliki jangkauan yang signifikan, mencapai 140 km, menjadikannya alat yang efektif untuk tugas pengawasan dan dukungan misi.
Namun, laporan tersebut tidak menjelaskan model drone ZALA mana yang akan dikerahkan di kapal perang Rusia. ZALA memiliki beberapa varian. Di antaranya Zala 421-04, Zala 421-08, dan 421-16. Drone ini memiliki jangkauan hingga 40 km, kapasitas muatan 1,5 kg, dan durasi penerbangan hingga dua setengah jam.
Bahkan, drone di atas ZALA 421-20 dapat beroperasi dalam radius hingga 120 km, memiliki waktu terbang yang diperpanjang hingga 11 jam, dan dapat membawa muatan hingga 50 kg. Kemampuan canggih dari drone ini mencakup sistem navigasi udara terintegrasi, interpretasi data otomatis, dan penunjukan target laser di pesawat.
Baca Juga: Ini Spesifikasi Drone Rusia Buatan Israel, Hermes 450 UAV
Upaya modernisasi persenjataan ini kemungkinan akan difokuskan terutama pada kapal pendaratan besar Proyek 775, kelas Ropucha. Kapal Proyek 775 adalah tulang punggung dari armada amfibi Rusia. Kapal-kapal ini telah memainkan peran kunci dalam berbagai operasi maritim. Seperti mendukung operasi Syrian Express di Suriah. Operasi ini dimulai sebagai respons terhadap inspeksi negara-negara Eropa terhadap kapal-kapal pengangkut besar yang mengirim barang dari Rusia ke Suriah.
Karena negara-negara ketiga tidak dapat menahan kapal perang, kapal pendaratan besar dari Armada Utara, Laut Hitam, dan Laut Baltik dikerahkan untuk mengangkut barang.
Namun, laporan tersebut tidak menjelaskan model drone ZALA mana yang akan dikerahkan di kapal perang Rusia. ZALA memiliki beberapa varian. Di antaranya Zala 421-04, Zala 421-08, dan 421-16. Drone ini memiliki jangkauan hingga 40 km, kapasitas muatan 1,5 kg, dan durasi penerbangan hingga dua setengah jam.
Bahkan, drone di atas ZALA 421-20 dapat beroperasi dalam radius hingga 120 km, memiliki waktu terbang yang diperpanjang hingga 11 jam, dan dapat membawa muatan hingga 50 kg. Kemampuan canggih dari drone ini mencakup sistem navigasi udara terintegrasi, interpretasi data otomatis, dan penunjukan target laser di pesawat.
Baca Juga: Ini Spesifikasi Drone Rusia Buatan Israel, Hermes 450 UAV
Mengapa Rusia terus menambah persenjataan kapal perangnya?
Upaya modernisasi persenjataan ini kemungkinan akan difokuskan terutama pada kapal pendaratan besar Proyek 775, kelas Ropucha. Kapal Proyek 775 adalah tulang punggung dari armada amfibi Rusia. Kapal-kapal ini telah memainkan peran kunci dalam berbagai operasi maritim. Seperti mendukung operasi Syrian Express di Suriah. Operasi ini dimulai sebagai respons terhadap inspeksi negara-negara Eropa terhadap kapal-kapal pengangkut besar yang mengirim barang dari Rusia ke Suriah.
Karena negara-negara ketiga tidak dapat menahan kapal perang, kapal pendaratan besar dari Armada Utara, Laut Hitam, dan Laut Baltik dikerahkan untuk mengangkut barang.
Lihat Juga :