IMF Sebut Teknologi AI Berpotensi Runtuhkan Perekonomian Dunia

Senin, 15 Januari 2024 - 23:07 WIB
“Namun, hal ini juga dapat menggantikan lapangan kerja dan menciptakan lebih banyak kesenjangan,” tambahnya seperti dilansir dari Xinhua, Senin (15/1/2024).

Secara historis, otomatisasi dan teknologi informasi cenderung memengaruhi tugas-tugas rutin, namun satu hal yang menonjol adalah kemampuan AI untuk memengaruhi pekerjaan dengan keterampilan tinggi.

“Negara-negara maju mungkin menghadapi risiko yang lebih besar dengan penggunaan AI, namun ada juga banyak peluang untuk memperoleh manfaatnya dibandingkan dengan negara-negara berkembang dan negara-negara berkembang,” menurut blog tersebut.

Sekitar 60 persen pekerjaan mungkin terkena dampak AI.

Di negara-negara berkembang dan negara-negara berpendapatan rendah, paparan AI diperkirakan masing-masing sebesar 40 dan 26 persen.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!