Terkuak, Misteri Fenomena Langit Spiral di Hawaii

Kamis, 11 Januari 2024 - 09:16 WIB
Pada Minggu (7/1/2024) perusahaan antariksa Amerika SpaceX milik Elon Musk memfasilitasi peluncuran roket Falcon Heavy sebagai bagian dari misi antariksa kelima USSF-67. Misinya membawa dua sistem satelit militer.

Falcon Heavy, roket terkuat yang beroperasi di seluruh dunia, diluncurkan dari Kennedy Space Center di Florida. Muatan roket mencakup dua sistem militer: SATCOM - satelit relay yang dirancang untuk memperkuat kemampuan komunikasi pasukan bersenjata, dan ESPA, yang menyediakan data untuk pasukan antariksa AS, antara tugas lainnya.

Baca Juga: Fenomena Langit Terbakar Terjadi di Essex dan London

Roket juga meluncurkan sistem prototipe untuk komunikasi antariksa-bumi yang aman. "Ini adalah misi yang kompleks. Kami sangat bersemangat tentang peluncuran Falcon Heavy kami yang kedua dalam beberapa bulan ke depan," kata Direktur Eksekutif Program Komando Sistem Antariksa Stephen Purdy, sebelum peluncuran roket.

Operasi Falcon Heavy menandai operasionalisasi yang kedua dalam tiga bulan terakhir, setelah tiga tahun vakum. Pada 1 November 2023 lalu, roket diluncurkan sebagai bagian dari misi USSF-44, menempatkan mikrosatelit ke orbit untuk militer Amerika . Tahun ini, SpaceX telah merencanakan empat peluncuran tambahan Falcon Heavy.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!