Proyek Matahari Buatan Korea Selatan Melaju Pesat

Sabtu, 06 Januari 2024 - 16:31 WIB
Baca Juga: China Nyalakan Matahari Buatan, Panasnya 10 Kali Matahari Sungguhan

Namun, minggu lalu, Korea Institute of Fusion Energy mengumumkan bahwa peningkatan baru akan membuat KSTAR mampu menahan plasma 10 kali lebih lama dari rekor sebelumnya pada tahun 2026. Ini adalah waktu yang tepat, karena setiap data yang dikumpulkan di KSTAR juga akan memberikan informasi pada proyek ITER yang didukung secara internasional begitu proyek tersebut berjalan.

KSTAR mencapai plasmas yang diperpanjang ini berkat pembaharuan dengan divertor wolfram yang mampu menangani aliran panas yang sangat besar yang ditemukan di dalam reaktor tokamak. “Di KSTAR, kami telah menerapkan divertor dengan material wolfram yang juga merupakan pilihan yang dibuat di ITER,” ujar Suk Jae Yoo, presiden Korea Institute of Fusion Energy.

Divertor sangat penting untuk reaktor tokamak. Dipasang di bagian bawah bejana hampa, perangkat ini mengelola pembuangan dan kotoran, dan harus tahan terhadap beban panas permukaan tertinggi.

Baca Juga: Mengenal JT-60SA, Matahari Buatan Jepang yang Menggemparkan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!