Toshiba Tarik Diri Sepenuhnya dari Pasar Notebook

Senin, 10 Agustus 2020 - 10:27 WIB
Notebook memiliki memori 256Kb dan layar 640 × 200 piksel. Sebelum merek seperti ASUS, Dell, Apple, Lenovo, dan Hewlett-Packard memasuki pasar komputer notebook, perusahaan asal Jepang itu menguasai ceruk ini. Belakangan, setelah merek-merek tersebut masuk ke pasar, pengguna masih mengenali Toshiba untuk produk seri Satellite-nya. Selanjutnya, Toshiba juga meluncurkan produk ultrabook seri Portege.

Namun, dengan merek lain meluncurkan komputer notebook yang lebih tipis dan lebih kuat, ditambah dengan menyusutnya pasar komputer pribadi, Toshiba tidak dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan akhirnya menjadi merek yang kurang populer di pasar notebook.

Mengapa Ini Terjadi?

Pada 2015, dengan terungkapnya skandal 'False Accounting', 8 dari 16 anggota dewan Toshiba mengundurkan diri, termasuk CEO Hisao Tanaka. Selanjutnya, Westinghouse Electric Company, grup teknik nuklir AS yang bangkrut tahun lalu, telah dijual oleh pemiliknya Toshiba kepada manajer aset Kanada Brookfield dalam kesepakatan senilai USD4,6 miliar. Ini mendorong Toshiba ke tepi jurang yang mungkin dihapus dari daftar oleh Bursa Efek Tokyo.

Untuk mengatasi dilema keuangan tersebut, Toshiba telah melakukan serangkaian penjualan unit bisnisnya, termasuk penjualan bisnis TV ke Hisense Group, penjualan bisnis white goods hingga raksasa peralatan rumah tangga China Midea Group. Bain Capital, salah satu perusahaan investasi alternatif multi-aset terkemuka dunia hanya memiliki 40% sahamnya.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!