Debut Kolaborasi NASA dan India, Siap Luncurkan Satelit Iklim NISAR Tahun 2024

Jum'at, 01 Desember 2023 - 19:48 WIB
Setiap 12 hari, NISAR akan memindai seluruh daratan dan permukaan es sebanyak dua kali. Satelit tersebut berisi dua sistem radar aperture sintetis (SAR) yang berbeda, masing-masing mengamati Bumi dengan panjang gelombang berbeda.

NASA sedang mengembangkan SAR L-band, sedangkan ISRO sedang mengembangkan SAR S-band, yang memindai dengan gelombang radio dengan panjang gelombang lebih pendek. “Ini bisa memberi kita pandangan yang benar-benar dapat diandalkan tentang bagaimana daratan dan es di bumi berubah,” kata Paul Rosen, ilmuwan proyek NISAR di Jet Propulsion Laboratory NASA di California Selatan, Jumat (1/12/2023).

Secara khusus, NISAR akan fokus pada hutan dan lahan basah di bumi. Para ilmuwan iklim sangat tertarik pada kedua jenis ekosistem tersebut, karena hutan dan lahan basah berfungsi sebagai penyerap karbon yang penting.

Baca juga; Rusia Luncurkan Satelit Baru untuk Memantau Iklim di Kutub Utara

“Secara global, kita tidak memahami dengan baik sumber dan serapan karbon dari ekosistem darat, khususnya dari hutan. Jadi kami berharap NISAR akan sangat membantu mengatasi hal tersebut,” kata Anup Das, ilmuwan ekosistem dan salah satu ketua tim sains NISAR ISRO.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!