Daftar Istilah AI yang Wajib Diketahui
Kamis, 30 November 2023 - 21:40 WIB
Data dijalankan melalui algoritma secara berulang, dengan memberikan masukan dan umpan balik yang berbeda, untuk membantu mesin belajar dan meningkatkan performa selama proses pelatihan. Misalnya, berlatih tangga nada piano 10 juta kali agar dapat membaca not musik secara cepat di kemudian hari.
Baca juga; 1.000 Siswa Indonesia Belajar Machine Learning, Pemrograman, dan AI di Oracle Academy
Proses ini sangat membantu memecahkan masalah yang akan sulit atau tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan teknik pemrograman tradisional. Itulah mengapa large language model (LLM) yang menggunakan machine learning, seperti Bing Chat dan ChatGPT, tiba-tiba muncul.
Model dilatih menggunakan teks berjumlah besar untuk mempelajari pola dan hubungan dalam bahasa, guna membantu model menggunakan kata-kata manusia. Kemampuan pemecahan masalah mereka dapat digunakan untuk menerjemahkan bahasa, menjawab pertanyaan dalam bentuk chatbot, merangkum teks, dan bahkan menulis cerita, puisi, serta code komputer.
Baca juga; Meta Terjun Juga dalam Persaingan AI, Mark Zuckerberg Perkenalkan LLaMA
Mesin tidak memiliki pikiran atau perasaan, tetapi kadang-kadang terdengar seakan memiliki opini sendiri, karena mereka telah mempelajari pola yang membantu mereka merespons layaknya manusia. LLM sering disesuaikan kembali (fine-tuned) oleh developer menggunakan proses yang disebut reinforcement learning from human feedback (RLHF) untuk membantu model menghasilkan output percakapan yang terdengar lebih natural.
Baca juga; 1.000 Siswa Indonesia Belajar Machine Learning, Pemrograman, dan AI di Oracle Academy
Proses ini sangat membantu memecahkan masalah yang akan sulit atau tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan teknik pemrograman tradisional. Itulah mengapa large language model (LLM) yang menggunakan machine learning, seperti Bing Chat dan ChatGPT, tiba-tiba muncul.
3. Model Bahasa Besar (Large Language Model / LLM)
Large language models, atau LLM, menggunakan teknik machine learning untuk membantu memproses bahasa, agar mereka dapat meniru cara manusia berkomunikasi. Pengembangannya didasarkan pada neural networks, atau NN, yang merupakan sistem komputasi yang terinspirasi oleh otak manusia, seperti sekumpulan node dan koneksi yang mensimulasi neuron dan sinaps pada otak manusia.Model dilatih menggunakan teks berjumlah besar untuk mempelajari pola dan hubungan dalam bahasa, guna membantu model menggunakan kata-kata manusia. Kemampuan pemecahan masalah mereka dapat digunakan untuk menerjemahkan bahasa, menjawab pertanyaan dalam bentuk chatbot, merangkum teks, dan bahkan menulis cerita, puisi, serta code komputer.
Baca juga; Meta Terjun Juga dalam Persaingan AI, Mark Zuckerberg Perkenalkan LLaMA
Mesin tidak memiliki pikiran atau perasaan, tetapi kadang-kadang terdengar seakan memiliki opini sendiri, karena mereka telah mempelajari pola yang membantu mereka merespons layaknya manusia. LLM sering disesuaikan kembali (fine-tuned) oleh developer menggunakan proses yang disebut reinforcement learning from human feedback (RLHF) untuk membantu model menghasilkan output percakapan yang terdengar lebih natural.
4. AI Generatif (Generative AI)
Generative AI memanfaatkan kekuatan large language models untuk membuat hal baru, bukan hanya mengulang atau memberikan informasi yang sudah ada. Generative AI mempelajari pola dan struktur, dan kemudian menghasilkan sesuatu yang mirip namun baru.Lihat Juga :