Ciptakan Aplikasi Pembelajaran Bahasa, Pria Ini Raup Rp127 Miliar Setahun

Sabtu, 25 November 2023 - 18:33 WIB
"Kesuksesan kami dimungkinkan oleh kombinasi pengalaman sebelumnya dengan rekan pendiri saya dari berbagai startup pendidikan dari tahun 2011 hingga 2017. Pada tahun 2011, saya terlibat dalam bisnis pembelajaran bahasa dan bergabung dengan sebuah startup, di mana saya mengelola monetisasi dan akuisisi pengguna," katanya

Dari tahun 2011 hingga 2014, basis pengguna startup tersebut tumbuh dari 100 ribu menjadi 5 juta dan dia membantu mengembangkan aplikasi web dan seluler. Sejak meninggalkan perusahaan tersebut pada 2014, pembelajaran bahasa tetap menjadi fokusnya. "Jadi, dua tahun kemudian, saya termotivasi untuk mencoba, saya mendirikan bisnis sendiri pada tahun 2017."

Basalkin mengatakan pernah magang di perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi. Pengalaman ini memberinya dasar untuk memahami bagaimana sebuah bisnis berjalan dan bagaimana cara menjaganya.

"Selain itu, ini mendorong saya untuk menjadi seorang wirausahawan. Jadi, saya beruntung, pekerjaan pertama saya adalah menjalankan bisnis saya sendiri pada tahun 2010, itu adalah platform untuk periklanan dalam game online," tuturnya.

Membiayai aplikasi pembelajaran bahasa dari nol



Untuk aplikasi pembelajaran bahasa , pengembangan produk awal pada 2017 membutuhkan biaya sekitar 200 ribu Dirham. Basalkin mendanai proyek ini dari tabungannya. Biaya registrasi bisnis adalah 30 ribu Dirham, dan biaya pemasaran awal adalah 100 ribu Dirham. Keuntungan pertama langsung diinvestasikan kembali dalam aplikasi untuk menambah klien lebih banyak.

"Kemudian kami harus menganalisis negara-negara di mana mungkin masuk akal untuk mendirikan markas untuk mengembangkan bisnis lebih lanjut dan menerapkan AI ke aplikasi. Kami memilih UEA untuk menetap karena fokus pemerintah pada teknologi," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!