Pertanda Kiamat, Apakah Danau Tiberias Israel Sudah Mengering?

Sabtu, 18 November 2023 - 15:13 WIB
Kedua negara aktif dalam perjanjian itu, meskipun masih saling menuduh memperparah masalah kekurangan air melalui pengelolaan sungai yang mereka bagi dan hubungannya.

Pejabat Yordania dan Israel saling menyalahkan terkait tingkat sungai, waduk, dan kemajuan skema untuk mendesalinasi air dari Laut Merah bagian selatan. Semua masalah ini potensial menjadi sangat sensitif di wilayah yang tegang di mana air sangat langka.

Namun, ada kemajuan. Sekitar setahun lalu, Israel dan Yordania setuju bermitra dalam proyek yang akan melibatkan Yordania membangun kapasitas pembangkit listrik surya sebesar 600 megawatt yang akan diekspor ke Israel sebagai imbalan atas pasokan air tambahan.

Baca Juga: Kabar Kiamat dari Mata Air Zughar, Buah Kurma Baisan, dan Danau Tiberias



Menteri air dan irigasi Yordania saat itu mengatakan perubahan iklim dan masuknya pengungsi memperparah tantangan air Yordania, tetapi ada peluang untuk kerja sama regional untuk memecahkannya.

Saat ini sedang berlangsung pembangunan pipa untuk kembali melipatgandakan jumlah air yang akan mencapai Yordania. Jumlah itu sekitar 200 juta meter kubik air, jumlah yang sama dengan yang dikonsumsi oleh lima kota terbesar di Israel digabungkan, akan dipasok ke Yordania.

Proyek pembangunan jalur baru yang berbelok ke kota Beit Shean dan dari sana ke perbatasan Yordania diharapkan selesai pada tahun 2026. Yordania adalah salah satu negara paling langka air di dunia, dengan pasokan air terbarukan memenuhi sekitar dua pertiga permintaan dan air tanah digunakan dua kali lebih cepat daripada bisa dipulihkan.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!