Bukti Kehidupan Alien Terdeteksi di Bulan Es Jupiter dan Saturnus
Kamis, 09 November 2023 - 13:56 WIB
Ditambah lagi, gaya pasang surut ini tidak terlalu konsisten karena orbit kedua bulan berbentuk elips, yang berarti keduanya terkadang lebih dekat ke Saturnus atau Jupiter. Di lain waktu, jaraknya jauh yang menyebabkan kekuatan pasang surut yang lebih kuat.
“Jenis patahan tersebut dapat memfasilitasi pertukaran material permukaan dan bawah permukaan melalui proses pemanasan geser, sehingga berpotensi menciptakan lingkungan yang kondusif bagi munculnya kehidupan,” tulis para ilmuwan di dua makalah di jurnal Icarus dikutip SINDOnews dari laman Space, Kamis (9/11/2023).
Bulan Saturnus, Titan, memiliki suhu permukaan sekitar minus 290 derajat Fahrenheit atau minus 179 derajat Celsius. Suhu ini sangat dingin, cukup dingin sehingga air di bulan ini benar-benar berperan sebagai batu.
Bulan ini dapat retak, berubah bentuk, dan akhirnya membentuk patahan. Selama terbang melintasi Titan, pesawat ruang angkasa Cassini milik NASA melihat bulan Saturnus ini memiliki lautan air cair puluhan mil di bawah lapisan esnya yang tebal.
“Jenis patahan tersebut dapat memfasilitasi pertukaran material permukaan dan bawah permukaan melalui proses pemanasan geser, sehingga berpotensi menciptakan lingkungan yang kondusif bagi munculnya kehidupan,” tulis para ilmuwan di dua makalah di jurnal Icarus dikutip SINDOnews dari laman Space, Kamis (9/11/2023).
Bulan Saturnus, Titan, memiliki suhu permukaan sekitar minus 290 derajat Fahrenheit atau minus 179 derajat Celsius. Suhu ini sangat dingin, cukup dingin sehingga air di bulan ini benar-benar berperan sebagai batu.
Bulan ini dapat retak, berubah bentuk, dan akhirnya membentuk patahan. Selama terbang melintasi Titan, pesawat ruang angkasa Cassini milik NASA melihat bulan Saturnus ini memiliki lautan air cair puluhan mil di bawah lapisan esnya yang tebal.
Lihat Juga :