4 Fakta Menarik Bom Gamma AS, Lebih Dahsyat dari Bom Atom
Selasa, 07 November 2023 - 11:47 WIB
Melansir laporan dari Center For Arms Control and Nin-Proliferation bertajuk ‘The Evolution of Nuclear Technology: Thermonuclear Weapons’, bom hidrogen sudah mulai berkembang pada tahun 1940-an, beriringan dengan The Manhattan Project.
Seorang fisikawan yang mempelajari fisi nuklir bernama Edward Teller, mengembangkan minatnya untuk meningkatkan skala ledakan nuklir dengan memanfaatkan hidrogen sebagai bahan bakarnya. Karena potensi destruktifnya yang belum pernah ditemukan sebelumnya, maka penemuan ini disebut sangat super.
Baca Juga: 8 Bom Nuklir yang Ribuan Kali Lebih Dahsyat Dibanding Bom Hiroshima
Dilihat dari kekuatannya yang sangat besar, bom Gamma atau bom hidrogen tentunya memiliki dampak yang sangat negatif. Bom hidrogen akan mengirimkan partikel radioaktif ke udara dan menimbulkan asap tebal yang mampu merusak lingkungan, seperti menghambat kehidupan tanaman yang bergantung pada sinar matahari.
Sementara itu, partikel radioaktif milik bom Gamma dapat menyebar dan terbawa angin, sehingga berpeluang besar mencemari udara, air, dan tanah.
Seorang fisikawan yang mempelajari fisi nuklir bernama Edward Teller, mengembangkan minatnya untuk meningkatkan skala ledakan nuklir dengan memanfaatkan hidrogen sebagai bahan bakarnya. Karena potensi destruktifnya yang belum pernah ditemukan sebelumnya, maka penemuan ini disebut sangat super.
Baca Juga: 8 Bom Nuklir yang Ribuan Kali Lebih Dahsyat Dibanding Bom Hiroshima
4. Memiliki dampak negatif
Dilihat dari kekuatannya yang sangat besar, bom Gamma atau bom hidrogen tentunya memiliki dampak yang sangat negatif. Bom hidrogen akan mengirimkan partikel radioaktif ke udara dan menimbulkan asap tebal yang mampu merusak lingkungan, seperti menghambat kehidupan tanaman yang bergantung pada sinar matahari.
Sementara itu, partikel radioaktif milik bom Gamma dapat menyebar dan terbawa angin, sehingga berpeluang besar mencemari udara, air, dan tanah.
(msf)
Lihat Juga :