15 Sumber Daya Alam yang Mulai Menipis di Dunia, Apa Saja?

Senin, 23 Oktober 2023 - 06:57 WIB
Batu bara diprediksi akan habis 150 tahun lagi. (Foto: FrenzHub)
JAKARTA - Jumlah penduduk dunia diperkirakan telah mencapai 8,06 miliar jiwa dan terus bertambah setiap detik. Sebuah problem bakal muncul karena sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia mulai menipis.

Laman Worldometers, Senin (23/10/2023) secara rinci mencatat, India berada di urutan pertama terbanyak penduduk dunia dengan 1,432,689,383 jiwa, disusul China dengan 1,425,518,038 penduduk. Kemudian Amerika Serikat dengan 340,561,272 jiwa, Indonesia 278,236,724 jiwa, dan Pakistan 241,946,063 jiwa.



Meledaknya jumlah populasi dunia memunculkan tantangan baru, yaitu ketersediaan suplai barang dan makanan. Bumi dengan sumber daya alamnya perlahan mulai kekurangan suplainya untuk manusia.

Baca Juga: Waspadai Efek Domino Naiknya Harga Minyak Dunia

Dikutip dari laman Frenzhub, berikut daftar sumber daya alam yang mulai menipis di dunia.

1. Minyak



Stok minyak dunia terus menurun. BP's Statistical Review of World Energy memperkirakan cadangan minyak di dunia hanya akan bertahan sekitar 50 tahun ke depan.

2. Helium



Helium digunakan untuk mendinginkan magnet superkonduktor serta sangat penting dalam pemindai MRI serta kegunaan lain. Menurut Federal Helium Reserve AS, cadangan helium dunia bisa habis dalam waktu 25 tahun hingga 30 tahun jika tingkat penggunaan saat ini berlanjut.

3. Kopi



Menurut Climate Institute, perubahan iklim dapat mengurangi lahan yang cocok untuk pertumbuhan kopi menjadi separuhnya pada 2050. Suhu yang meningkat, curah hujan yang bertambah, dan penyebaran penyakit kopi akan menjadi masalah serius.

3. Batu Bara



Batu bara telah menjadi tulang punggung listrik sejak Revolusi Industri, tetapi ini adalah sumber daya yang terbatas. Menurut World Coal Association, jika manusia terus mengambil batu bara dari bumi dengan laju seperti sekarang, maka 150 tahun lagi akan habis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!