Lebih dari 3,7 Miliar Serangan Siber Diluncurkan ke Layanan Jasa Keuangan APJ
Selasa, 17 Oktober 2023 - 17:04 WIB
Lebih dari 3,7 Miliar Serangan Siber Diluncurka. foto/ DAILY
JAKARTA - Akamai Technologies perusahaan cloud yang mendukung dan melindungi kehidupan online, merilis laporan State of the Internet baru berjudul The High Stakes of Innovation: Attack Trends in Financial Services.
BACA JUGA - Tangkal Serangan Siber, BSSN Bentuk Tim Tanggap Insiden Siber
Laporan ini menyoroti sektor layanan jasa keuangan di Asia-Pasifik dan Jepang (APJ) yang masih menjadi industri yang paling sering diserang di dunia. Pada periode Q2 2022 hingga Q2 2023, jumlah serangan aplikasi web dan API terhadap industri ini bertambah sebanyak 36 persen, dengan lebih dari 3,7 miliar serangan.
Menurut laporan tersebut, Local File Inclusion (LFI) tetap menjadi vektor serangan teratas dan 92,3 persen serangan terhadap sektor keuangan APJ menjadikan bank sebagai target utama mereka, sehingga menimbulkan ancaman besar bagi lembaga keuangan dan juga konsumen mereka.
Perusahaan layanan jasa keuangan di APJ juga diketahui menggunakan skrip pihak ketiga untuk mengembangkan lebih banyak saluran dan memberikan pengalaman konsumen yang lebih baik. Sekitar 40 persen skrip yang mereka gunakan berasal dari pihak ketiga.
Data ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut, khususnya bank dan lembaga yang berpusat pada konsumen, berisiko tinggi mengalami serangan ketika memperluas jejak digital mereka untuk menjangkau lebih banyak konsumen dan mendapatkan keunggulan dari kompetitor.
BACA JUGA - Tangkal Serangan Siber, BSSN Bentuk Tim Tanggap Insiden Siber
Laporan ini menyoroti sektor layanan jasa keuangan di Asia-Pasifik dan Jepang (APJ) yang masih menjadi industri yang paling sering diserang di dunia. Pada periode Q2 2022 hingga Q2 2023, jumlah serangan aplikasi web dan API terhadap industri ini bertambah sebanyak 36 persen, dengan lebih dari 3,7 miliar serangan.
Menurut laporan tersebut, Local File Inclusion (LFI) tetap menjadi vektor serangan teratas dan 92,3 persen serangan terhadap sektor keuangan APJ menjadikan bank sebagai target utama mereka, sehingga menimbulkan ancaman besar bagi lembaga keuangan dan juga konsumen mereka.
Perusahaan layanan jasa keuangan di APJ juga diketahui menggunakan skrip pihak ketiga untuk mengembangkan lebih banyak saluran dan memberikan pengalaman konsumen yang lebih baik. Sekitar 40 persen skrip yang mereka gunakan berasal dari pihak ketiga.
Data ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut, khususnya bank dan lembaga yang berpusat pada konsumen, berisiko tinggi mengalami serangan ketika memperluas jejak digital mereka untuk menjangkau lebih banyak konsumen dan mendapatkan keunggulan dari kompetitor.
Lihat Juga :