Lubang Hitam Supermasif Telan Bintang Besar Berukuran 3 Kali Massa Matahari
Rabu, 23 Agustus 2023 - 18:17 WIB
“Kami melihat bentuk dari apa yang dulunya adalah sebuah bintang. Unsur-unsur yang tertinggal adalah petunjuk yang bisa kita ikuti untuk mencari tahu bintang seperti apa yang ditelan lubang hitam,” kata Jon Miller dari Universitas Michigan, yang memimpin penelitian penemuan ini, dikutip dari laman Space, Rabu (23/8/2023).
Analisis unsur tersebut membuat tim percaya bahwa bintang yang hancur tersebut pernah memiliki massa sekitar tiga kali massa Matahari. “Mengamati penghancuran bintang masif oleh lubang hitam supermasif sangat memukau,” tambah Enrico Ramirez-Ruiz, peneliti dari University of California, Santa Cruz.
Peristiwa seperti ASASSN-14li dan Scary Barbie, yang melibatkan lubang hitam yang meneror bintang, disebut peristiwa gangguan pasang surut (tidal disruption events/TDE). Sebab, ketika gaya gravitasi lubang hitam mulai menyedot bintang yang dekat, maka panjang gelombang optik, ultraviolet, dan sinar-X dipancarkan.
Suar ini terjadi bersamaan dengan memanasnya puing-puing bintang. Jadi, para peneliti menggunakan instrumen ini untuk mempelajari panjang gelombang yang berakar dari TDE tersebut. Kemudian mencari tahu konsentrasi elemen yang mengelilingi lubang hitam di ASASSN-14li, yang berjarak sekitar 280 juta tahun cahaya dari Bumi.
Baca juga; Bisakah Lubang Hitam Melahap Alam Semesta? Ternyata Begini Faktanya
Analisis unsur tersebut membuat tim percaya bahwa bintang yang hancur tersebut pernah memiliki massa sekitar tiga kali massa Matahari. “Mengamati penghancuran bintang masif oleh lubang hitam supermasif sangat memukau,” tambah Enrico Ramirez-Ruiz, peneliti dari University of California, Santa Cruz.
Peristiwa seperti ASASSN-14li dan Scary Barbie, yang melibatkan lubang hitam yang meneror bintang, disebut peristiwa gangguan pasang surut (tidal disruption events/TDE). Sebab, ketika gaya gravitasi lubang hitam mulai menyedot bintang yang dekat, maka panjang gelombang optik, ultraviolet, dan sinar-X dipancarkan.
Suar ini terjadi bersamaan dengan memanasnya puing-puing bintang. Jadi, para peneliti menggunakan instrumen ini untuk mempelajari panjang gelombang yang berakar dari TDE tersebut. Kemudian mencari tahu konsentrasi elemen yang mengelilingi lubang hitam di ASASSN-14li, yang berjarak sekitar 280 juta tahun cahaya dari Bumi.
Baca juga; Bisakah Lubang Hitam Melahap Alam Semesta? Ternyata Begini Faktanya
Lihat Juga :