Bersedia Ikut Aturan Negara, Irak Buka Blokir Telegram

Selasa, 15 Agustus 2023 - 11:30 WIB
Kementerian menilai Telegram tidak mampu menangani data pengguna dengan baik. Mereka mengklaim langkah pemblokiran ini dapat menjaga integritas data pribadi pengguna.

Saat itu, kementerian mengatakan bahwa Telegram yang memiliki lebih dari 800 juta pengguna secara global tidak menanggapi permintaannya, dan akibatnya, negara tersebut melarang aplikasi tersebut.

Irak telah dikritik oleh organisasi di seluruh dunia karena sensor internetnya. Dalam beberapa bulan terakhir, negara tersebut telah berulang kali mematikan akses internet selama beberapa hari untuk mencegah kecurangan dalam ujian.

Pada bulan Juli, Amnesty International memperingatkan bagaimana rancangan undang-undang negara dapat memberi pemerintah kekuatan untuk menghukum siapa pun yang mengkritik pihak berwenang.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!