5 Fenomena Spektakuler Ini Akan Terlihat di Langit Indonesia saat Hujan Meteor Besok
Sabtu, 12 Agustus 2023 - 11:06 WIB
"Apa yang terjadi adalah, setiap tahun, Bumi menabrak jalur orbit komet [Swift] yang terdiri dari puing-puing yang tertinggal," kata astronom Edward Bloomer, dari Royal Museum Greenwich.
Saat puing-puing kosmik ini - es, debu, dan pecahan batu seukuran sebutir beras - menghantam lapisan atas atmosfer bumi, "maka memunculkan kobaran api dengan hasil yang menakjubkan, walaupun terkadang hanya sepersekian detik," kata Bloomer.
Dan alasan hujan meteor Perseid begitu istimewa adalah karena "tiap tahun dapat diandalkan keindahannya, dan meskipun puncak aktivitasnya pada pertengahan Agustus setiap tahun," tambahnya.
Asal kata “Perseid” adalah dari bahasa Yunani, yaitu Perseidai yang artinya anak-anak Pahlawan Perseus. Titik radian meteor Perseid berasal dari arah rasi bintang Perseus.
Meteor Perseid berasal dari serpihan debu ekor komet Swift – Tuttle yang masuk ke atmosfer Bumi.
Jejak ionisasi meteor Perseid dapat dideteksi pada atmosfer Bumi di ketinggian 70 hingga 110 km. Jejak ionisasi tersebut berasal dari debu komet yang terbakar, sehingga tampak seperti bintang jatuh.
Saat puing-puing kosmik ini - es, debu, dan pecahan batu seukuran sebutir beras - menghantam lapisan atas atmosfer bumi, "maka memunculkan kobaran api dengan hasil yang menakjubkan, walaupun terkadang hanya sepersekian detik," kata Bloomer.
Dan alasan hujan meteor Perseid begitu istimewa adalah karena "tiap tahun dapat diandalkan keindahannya, dan meskipun puncak aktivitasnya pada pertengahan Agustus setiap tahun," tambahnya.
Berikut ini adalah 5 fakta unik dan menarik seputar hujan meteor Perseid.
1. Nama Perseid diambil dari Bahasa Yunani
Asal kata “Perseid” adalah dari bahasa Yunani, yaitu Perseidai yang artinya anak-anak Pahlawan Perseus. Titik radian meteor Perseid berasal dari arah rasi bintang Perseus.
2. Berasal dari serpihan debu ekor komet Swift-Tuttle
Meteor Perseid berasal dari serpihan debu ekor komet Swift – Tuttle yang masuk ke atmosfer Bumi.
Jejak ionisasi meteor Perseid dapat dideteksi pada atmosfer Bumi di ketinggian 70 hingga 110 km. Jejak ionisasi tersebut berasal dari debu komet yang terbakar, sehingga tampak seperti bintang jatuh.
Lihat Juga :