Pecahkan Rekor Terpanas Sepanjang Sejarah, Suhu Lautan Dunia Sentuh 20,96 Derajat Celcius
Jum'at, 04 Agustus 2023 - 20:50 WIB
“Suhu tinggi yang ini bagian dari tren peningkatan drastis suhu global,” kata Carlo Buontempo, direktur layanan perubahan iklim Copernicus dikutip SINDOnews dari laman Daily Mail, Jumat (4/8/2023).
Suhu permukaan udara biasanya menjadi metrik utama yang dilihat saat mempertimbangkan kenaikan suhu, tetapi suhu laut juga merupakan indikator utama. Lautan di bumi dianggap sebagai penyerap karbon, yang berarti juga menyerap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer.
Tetapi semakin hangat lautan, semakin kurang kemampuan menyerap CO2, yang menyebabkan lebih banyak gas di atmosfer. Kondisi ini menambah efek rumah kaca dan pada gilirannya memicu perubahan iklim.
Lautan yang lebih hangat juga memiliki implikasi serius lainnya, di antaranya menghasilkan lebih banyak penguapan. Akibatnya, menciptakan kelembapan tambahan di atmosfer yang menyebabkan hujan lebat dan banjir.
Suhu permukaan udara biasanya menjadi metrik utama yang dilihat saat mempertimbangkan kenaikan suhu, tetapi suhu laut juga merupakan indikator utama. Lautan di bumi dianggap sebagai penyerap karbon, yang berarti juga menyerap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer.
Tetapi semakin hangat lautan, semakin kurang kemampuan menyerap CO2, yang menyebabkan lebih banyak gas di atmosfer. Kondisi ini menambah efek rumah kaca dan pada gilirannya memicu perubahan iklim.
Lautan yang lebih hangat juga memiliki implikasi serius lainnya, di antaranya menghasilkan lebih banyak penguapan. Akibatnya, menciptakan kelembapan tambahan di atmosfer yang menyebabkan hujan lebat dan banjir.
Lihat Juga :