Berteknologi Autopilot, Masinis Tetap Jadi Kunci Utama di Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Kamis, 06 Juli 2023 - 07:55 WIB
Hal tersebut bekerja dengan baik hingga kereta melesat sekitar 160 km per jam, tetapi ketika sinyal diperbesar hingga 300 km per jam, maka tanda sinyal menjadi sulit dikenali.
Juga pada kecepatan seperti itu kereta membutuhkan beberapa kilometer untuk berhenti, dan itu jauh lebih lama daripada jarak berhenti yang biasanya diperhitungkan dalam sistem persinyalan.
Oleh karena itu rel kecepatan tinggi menggunakan jenis persinyalan yang berbeda. Misalnya, dalam sistem LZB Jerman, informasi terus dikirimkan ke kereta melalui kabel yang terpasang di tengah rel.
Sistem ini secara terus-menerus memberikan masinis kecepatan target dan jarak yang diharapkan untuk mencapainya.
Sistem ini juga memberikan peringatan suara kepada masinis kapan diperlukan perlambatan diperlukan dan mengerem secara otomatis jika masinis tidak mematuhi batas kecepatan.
Juga pada kecepatan seperti itu kereta membutuhkan beberapa kilometer untuk berhenti, dan itu jauh lebih lama daripada jarak berhenti yang biasanya diperhitungkan dalam sistem persinyalan.
Oleh karena itu rel kecepatan tinggi menggunakan jenis persinyalan yang berbeda. Misalnya, dalam sistem LZB Jerman, informasi terus dikirimkan ke kereta melalui kabel yang terpasang di tengah rel.
Sistem ini secara terus-menerus memberikan masinis kecepatan target dan jarak yang diharapkan untuk mencapainya.
Sistem ini juga memberikan peringatan suara kepada masinis kapan diperlukan perlambatan diperlukan dan mengerem secara otomatis jika masinis tidak mematuhi batas kecepatan.
Lihat Juga :