Internet Akan Mati Total, Fenomena Solar Maximum Berpotensi Membakar Satelit
Jum'at, 30 Juni 2023 - 19:50 WIB
Seperti dilansir dari Live Science, Jumat (30/6/2023), para ilmuwan melalui pengamatan mendapatkan bahwa bintik Matahari yang muncul ternyata dua kali lebih banyak dari yang diprediksi NASA.
Jumlah itu hampir tetap konstan selama beberapa bulan berikutnya. Jumlah total bintik Matahari yang diamati ini telah melampaui jumlah yang diperkirakan selama 27 bulan berturut-turut.
Selama periode ini, aktivitas Matahari akan meningkat dan menyemburkan awan plasma panas dan memancarkan aliran radiasi yang kuat.
Melihat semakin tingginya aktivitas Matahari belakangan ini, beberapa ilmuwan percaya bahwa Matahari Maksimal berikutnya yang mereka duga “semestinya” jatuh pada tahun 2025, sangat besar kemungkinannya sudah akan tiba pada akhir tahun ini.
Alex James, fisikawan Matahari dari University College London mengatakan kepada Live Science, bahwa besarnya radiasi yang dipancarkan Matahari ke Bumi bisa menjadi masalah besar.
Jumlah itu hampir tetap konstan selama beberapa bulan berikutnya. Jumlah total bintik Matahari yang diamati ini telah melampaui jumlah yang diperkirakan selama 27 bulan berturut-turut.
Selama periode ini, aktivitas Matahari akan meningkat dan menyemburkan awan plasma panas dan memancarkan aliran radiasi yang kuat.
Melihat semakin tingginya aktivitas Matahari belakangan ini, beberapa ilmuwan percaya bahwa Matahari Maksimal berikutnya yang mereka duga “semestinya” jatuh pada tahun 2025, sangat besar kemungkinannya sudah akan tiba pada akhir tahun ini.
Alex James, fisikawan Matahari dari University College London mengatakan kepada Live Science, bahwa besarnya radiasi yang dipancarkan Matahari ke Bumi bisa menjadi masalah besar.
Lihat Juga :