Gawat, Ratusan Ribu Data Pengguna ChatGPT Dijual di Dark Web

Kamis, 22 Juni 2023 - 12:45 WIB
Ini adalah jenis malware yang mengumpulkan kredensial yang disimpan di browser, detail kartu bank, informasi dompet crypto, cookie, riwayat penelusuran, dan informasi lain dari browser yang dipasang di komputer yang terinfeksi, lalu mengirimkan semua data ini ke operator malware.

Malware juga dapat mengumpulkan data dari instant messenger dan email, bersama dengan informasi rinci tentang perangkat korban. Mereka bekerja secara tidak selektif dan menginfeksi komputer sebanyak mungkin melalui phishing atau cara lain untuk mengumpulkan data sebanyak mungkin.

Racoon info stealer fokus pada pencurian aset digital yang disimpan pada sistem yang disusupi untuk mencari informasi penting seperti catatan dompet cryptocurrency, kredensial akses dan kata sandi serta login browser yang disimpan.

Dikatakan bahwa akses tidak sah ke akun ChatGPT dapat mengungkap informasi rahasia atau sensitif. Dari celah ini lah para hacker dapat memanfaatkan serangan yang ditargetkan kepada pengguna untuk kemudian menarget perusahaan.

"Orang-orang mungkin tidak menyadari bahwa akun ChatGPT mereka sebenarnya dapat menyimpan sejumlah besar informasi sensitif yang dicari oleh penjahat dunia maya," kata Jake Moore, penasihat di perusahaan keamanan siber ESET.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!