6 Virus Zombie Menular dari Serigala Prasejarah Dilepaskan ke Dunia

Selasa, 06 Juni 2023 - 12:46 WIB
"Pada akhir 1990-an, ahli patologi Swedia Dr. Johan V. Hultin menemukan cache 1918 virus influenza RNA di paru-paru seorang wanita yang dibunuh oleh virus hampir 80 tahun sebelumnya," jelasnya.

Hultin telah mencari secara sengaja untuk sampel influenza yang dapat membantu peneliti medis lebih memahami cara melawan pandemi di masa depan.

Tetapi, penemuannya merupakan indikasi awal betapa mudahnya virus mematikan dapat dilestarikan di permafrost Arktik.

Baca juga: Virus Zombie, Apakah Seseram Namanya hingga Bikin Manusia Jadi Mayat Hidup?

Hultin bekerja sama dengan Institut Patologi Angkatan Bersenjata AS, menggali mayat seorang wanita Inuit yang dimakamkan di sebuah kuburan massal para korban influenza, di dekat sebuah desa terpencil, di luar kota Misi Brevig, Alaska.

Berkat permafrost, RNA yang cukup dari virus influenza dipertahankan dengan baik, sehingga para peneliti dapat mengurutkan seluruh genom strain 1918.

"Tetapi penemuan itu merupakan kemenangan bagi para peneliti medis dan pertanda gelap dari penyakit lain yang mungkin dibekukan di bawah es," sambungnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!