ASPI Akui Kecerdasan Buatan Iran Lebih Canggih dari AI China dan AS

Jum'at, 28 April 2023 - 17:03 WIB
Pelaku Membunuh menggunakan senapan mesin yang dikendalikan satelit dengan "kecerdasan buatan" digunakan untuk membunuh ilmuwan nuklir Iran, kata seorang komandan Garda Revolusi.

Analis Tom Withington, yang berspesialisasi dalam perang elektronik, mengatakan laporan itu harus diperlakukan dengan "sedikit skeptis", dan menambahkan bahwa deskripsi Iran tampaknya tidak lebih dari kumpulan "kata-kata keren" yang dirancang untuk menunjukkan bahwa hanya kekuatan besar yang mungkin melakukan misi ini.

BACA JUGA - Iran Menerima Label Negara Berteknologi Canggih Kalahkan Jerman dan Italia

Profesor Noel Sharkey, anggota Campaign Against Killer Robots, mengatakan konsekuensi pasukan militer yang memiliki akses ke senjata semacam itu akan memiliki "konsekuensi yang tak terbayangkan".

"Jika perangkat semacam itu bisa beroperasi sendiri, menggunakan pengenalan wajah untuk menentukan dan membunuh orang, kita akan berada di jalur menurun yang sepenuhnya akan mengganggu keamanan global," katanya seperti dilansir BBC.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!