5 Fakta Rudal Balistik Antarbenua Hwasong-18 Korut, Makin Responsif Berkat Bahan Bakar Padat
Senin, 24 April 2023 - 19:02 WIB
2. Lebih Cepat Diluncurkan
Rudal Hwasong-18 memiliki waktu persiapan peluncuran yang lebih singkat karena berbahan bakar padat sehingga propelan sudah tersedia dalam rudal. Penggunaan bahan bakar padat juga membuat rudal Hwasong-18 lebih responsif terhadap perintah peluncuran mendadak.ICBM berbahan bakar cair lebih lama diluncurkan karena membutuhkan waktu tambahan untuk pengisian bahan bakar. Kesiapan yang cepat ini memungkinkan tanggapan yang lebih cepat terhadap ancaman yang muncul, berpotensi mencegah musuh untuk melancarkan serangan pertama.
Baca juga; Korut Klaim Hwasong-17 Senjata Nuklir Terkuat di Dunia
3. Dirancang Membawa Hulu Ledak Nuklir
Rudal Hwasong-18 dirancang untuk mengirimkan hulu ledak nuklir dan konvensional jarak jauh, biasanya ribuan kilometer. Rudal Hwasong terutama digunakan sebagai senjata strategis untuk tujuan pencegahan.
Biasanya rudal ICMB digunakan untuk menargetkan instalasi militer, seperti pusat komando dan kendali, silo rudal, pangkalan udara, pangkalan angkatan laut, dan konsentrasi pasukan. Jadi pengembangan Hwasong-18 menandakan transformasi yang cukup besar dalam lanskap strategis keamanan regional Korea Utara.
Baca juga; Kim Jong-un Gertak AS dengan ICBM Hwasong-16 Si Monster Nuklir Korut
4. Jangkauan Tembak Lebih Jauh
Jangkauan dan ketinggian rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat bergantung pada desain, ukuran, dan muatan spesifiknya. Umumnya, ICBM dirancang untuk memiliki jangkauan minimal 5.500 kilometer untuk diklasifikasikan sebagai "antarbenua".Lihat Juga :