Ilmuwan Klaim Temukan Cara Kerja Kalender Maya

Sabtu, 22 April 2023 - 22:51 WIB
Begitu juga dengan Jupiter dan Saturnus juga tidak ketinggalan. Periode sinodik 399 hari Jupiter cocok persis 39 kali dalam 19 hitungan; dan periode sinodik 378 hari Saturnus adalah pasangan yang cocok untuk 6 hitungan.

Baca juga; Arkeolog Berhasil Ungkap Misteri Kalender Matahari Kuno di Peru

Bahkan ada kaitan menarik dengan kalender 260 hari yang dikenal sebagai Tzolkʼin. Dua puluh periode 819 hari adalah total 16.380 hari. Jika Anda mengalikan Tzolk'in 63 kali, Anda mendapatkan 16.380 hari.

Faktanya, 16.380 adalah kelipatan terkecil dari kesamaan 260 dan 819. Jadi keduanya terhubung dengan indah dengan hitungan 20 siklus 819 hari yang dibuat oleh Linden dan Bricker.

“Perluasan siklus 4 × 819 hari standar menjadi 20 periode 819 hari memang memberikan sistem kalender yang lebih besar dengan kesepadanan periode sinodis semua planet yang terlihat. Sistem kalender yang lebih besar 20 periode 819 hari menyediakan mekanisme untuk menetapkan kembali nomor hari dan nama hari Tzolk'in dalam setiap siklus 20 periode 819 hari dimulai," tulis para peneliti.

Namun, teori Linden dan Bricker bukan berarti numerologi yang bisa diuji secara akademisi. Jadi masih butuh penelitian lebih detail dan serangkaian pengujian. Apalagi, kalender Maya jauh dari sistem sederhana yang didasarkan pada astronomi dasar. Mengingat ukuran kosmos Maya mencakup bentangan ruang dan waktu yang begitu luas.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!