Ilmuwan Ungkap Penyebab Angin Topan Tidak Pernah Terbentuk di Atas Khatulistiwa

Senin, 10 April 2023 - 22:22 WIB
Jika udara bergerak dari khatulistiwa ke utara, maka udara itu juga tetap mengalir dengan cepat ke arah timur dibandingkan dengan lingkungan barunya. Ini berarti udara yang bergerak dari khatulistiwa ke utara akan tampak membelok ke kanan.

Sebaliknya, udara yang mengalir dari khatulistiwa ke selatan akan tampak menyimpang dengan putaran ke kiri. Di belahan bumi utara, udara yang berputar ke kanan akan menciptakan gerakan berputar berlawanan arah jarum jam dan sebaliknya di belahan bumi selatan udara bergerak searah jarum jam.

Fenomena ini, kata Barnes, dikenal sebagai efek Coriolis. Gerakan ini membantu mengendalikan arah putaran siklon tropis menjauhi khatulistiwa menuju utara atau selatan Bumi. Akibatnya, siklon tropis jarang terbentuk di dekat khatulistiwa.



“Perputaran angin yang tampak sangat lemah di dekat khatulistiwa ini, menjadi lebih kuat saat menjauh ekuator. Sangat jarang siklon tersebut terbentuk dalam jarak dekat (beberapa derajat) dari garis katulistiwa,” kata Barnes dikutip SINDOnews dari laman Space, Senin (10/4/2023).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!