Stonehenge untuk Mengenang Kematian Leluhur, Bukan Kalender Astronomi Kuno

Selasa, 28 Maret 2023 - 19:43 WIB
“Dari sudut pandang simbolis, Stonehenge tentu saja terkait dengan fenomena langit. Tapi ini jauh dari penggunaan sebagai kalender raksasa,” kata Magli kepada Live Science, Selasa (28/3/2023). Meskipun dia mendukung Stonehenge sebagai titik balik matahari pertengahan musim dingin dan pertengahan musim panas.

Magli dan Belmonte berpendapat bahwa lingkaran batu berdiri Stonehenge tidak cukup akurat untuk menentukan panjang tahun. Apalagi tidak ada apa pun di Stonehenge yang mewujudkan 12 bulan dalam setahun. Juga tidak ada bukti pertukaran budaya antara Inggris kuno dan Timur Dekat kuno.

Mereka berpikir tujuan utama Stonehenge adalah sebagai bagian dari lanskap seremonial prasejarah yang dibangun untuk mengenang leluhur yang telah meninggal. Penggalian menunjukkan bahwa banyak bagian berbeda dari kompleks megalitik yang luas digunakan untuk penguburan selama ratusan tahun.

Magli mengatakan ini mungkin menjelaskan keselarasannya dengan titik balik matahari musim dingin, yang tampaknya merupakan tanggal tahunan penting yang berkaitan dengan kematian di beberapa agama prasejarah. “Meskipun keselarasan titik balik matahari tahunan terbukti, namun Stonehenge tidak terlalu akurat untuk digunakan sebagai kalender,” katanya.

Baca juga; Ribuan Lubang Prasejarah Ditemukan di Sekitar Stonehenge, Fungsinya Bikin Terkejut
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!