Bagaimana Astronot Muslim Berpuasa Ramadan di Luar Angkasa? Ini Kisah Menariknya

Jum'at, 24 Maret 2023 - 18:00 WIB
Termasuk berpuasa saat berada di luar angkasa, dan membaca Alquran. “Sekarang saya merasa cukup lelah, mungkin karena kurang tidur, tidak berbobot, dan kehilangan cairan tubuh,” ujarnya dalam bukunya.

“Saya benar-benar merasa dehidrasi. Saya memiliki satu jam lagi sampai saya bisa berbuka puasa. Awak kapal yang lain seharusnya sedang tidur pada saat itu, tetapi mereka telah memutuskan untuk tetap bersama saya sampai saya berbuka puasa. Sungguh perasaan yang indah,” tutur Pangeran Sultan bin Salman.

Baca juga; Sultan Al-Neyadi, Astronot Arab Pertama Jalani Misi 6 Bulan di Luar Angkasa

Dia juga menghabiskan Idul Fitri di pesawat ulang-alik. Dia berkata bahwa dia sangat gembira menghabiskan hari istimewa di luar angkasa dan "merayakannya dengan cara saya sendiri". Dia juga membagikan foto dirinya berdoa dan membaca Alquran di luar angkasa.

Dia menyinggung bagaimana rekannya dari Amerika John Fabian mendoakannya dengan baik ketika Arab Saudi mengumumkan bahwa bulan sabit telah terlihat, menandai akhir Ramadan dan awal Idul Fitri.

Pangeran Salman memiliki menu khusus di pesawat ulang-alik, termasuk ayam asam manis, jagung manis rebus, keju kembang kol, salad tuna, pasta, udang, salmon, ayam goreng, cokelat panas, buah-buahan dan sayuran, serta kopi dan teh tanpa kafein.

Selain Pangeran Sultan bin Salman, ada astronot Malaysia Sheikh Muszaphar Shukor yang pernah menghabiskan beberapa hari Ramadan di luar angkasa pada tahun 2007. Dia diluncurkan menggunakan roket Soyuz Rusia dari pelabuhan antariksa Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!