Badai Debu Mengamuk di Planet Ekstrasurya Berukuran 20 Kali Jupiter
Jum'at, 24 Maret 2023 - 14:04 WIB
Karena planet ekstrasurya sangat jauh dari bintang induknya, cahaya bintang tidak mengaburkan planet sehingga para ilmuwan dapat mengamatinya secara langsung. Untuk pengamatan planet ekstrasurya yang mengorbit lebih dekat dengan bintangnya, para ilmuwan harus mempelajari cahaya yang dipancarkan bintang induk melalui atmosfer planet ekstrasurya.
“VHS 1256 b berjarak sekitar empat kali lebih jauh dari bintangnya daripada jarak Pluto dari matahari kita, yang membuatnya menjadi target yang bagus untuk Webb,” kata Brittany Miles, astrofisikawan di The University of Arizona dikutip dari laman Live Science, Jumat (24/3/2023).
Awan yang diamati JWST terdiri dari partikel silikat kecil yang bahkan lebih kecil dari butiran pasir. “Partikel silikat ini mungkin lebih seperti partikel kecil dalam asap,” kata Beth Biller, seorang astronom di University of Edinburgh di Inggris.
Dia menambahkan, partikel yang lebih besar di atmosfer planet bisa seperti butiran pasir yang sangat kecil. Awannya juga sangat panas, suhu di lapisan atmosfer planet itu melonjak hingga 1.500 derajat Fahrenheit atau 830 derajat Celcius.
Baca juga; Badai Matahari Susulan Masih Mengancam, Ilmuwan Pantau Cuaca di Luar Angkasa
“VHS 1256 b berjarak sekitar empat kali lebih jauh dari bintangnya daripada jarak Pluto dari matahari kita, yang membuatnya menjadi target yang bagus untuk Webb,” kata Brittany Miles, astrofisikawan di The University of Arizona dikutip dari laman Live Science, Jumat (24/3/2023).
Awan yang diamati JWST terdiri dari partikel silikat kecil yang bahkan lebih kecil dari butiran pasir. “Partikel silikat ini mungkin lebih seperti partikel kecil dalam asap,” kata Beth Biller, seorang astronom di University of Edinburgh di Inggris.
Dia menambahkan, partikel yang lebih besar di atmosfer planet bisa seperti butiran pasir yang sangat kecil. Awannya juga sangat panas, suhu di lapisan atmosfer planet itu melonjak hingga 1.500 derajat Fahrenheit atau 830 derajat Celcius.
Baca juga; Badai Matahari Susulan Masih Mengancam, Ilmuwan Pantau Cuaca di Luar Angkasa
Lihat Juga :