Siapa Pemilik ChatGPT? Ini Fakta yang Harus Anda Ketahui
Senin, 13 Maret 2023 - 12:36 WIB
Tujuan organisasi nirlaba ini adalah membangun perangkat lunak AI secara transparan dan menjadikan produknya open-source sehingga seluruh dunia dapat memperoleh manfaatnya.
Sejumlah tokoh Silicon Valley memberikan model USD1 miliar bagi OpenAI untuk memulai. Termasuk donor dari CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk, kapitalis ventura Peter Thiel, dan Sam Altman, yang menjadi CEO OpenAI pada 2019.
Musk meninggalkan dewan perusahaan pada 2018, dengan alasan tuntutan waktu untuk menjalankan Tesla dan SpaceX.
OpenAI berhasil menggunakan data dalam jumlah yang luar biasa besar, serta perangkat lunak yang didasarkan pada neuron di otak manusia, untuk membuat produk AI-nya. Namun, daya komputasi besar dan gaji karyawan tinggi mempersulit OpenAI untuk menjadi nirlaba.
Setelah itu, OpenAI mencoba meniru kesuksesan GPT-3 dengan memberinya kode komputer dan membuat alat yang disebut Codex, yang membantu pemrogram komputer menulis kode lebih cepat.
Sejumlah tokoh Silicon Valley memberikan model USD1 miliar bagi OpenAI untuk memulai. Termasuk donor dari CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk, kapitalis ventura Peter Thiel, dan Sam Altman, yang menjadi CEO OpenAI pada 2019.
Musk meninggalkan dewan perusahaan pada 2018, dengan alasan tuntutan waktu untuk menjalankan Tesla dan SpaceX.
OpenAI berhasil menggunakan data dalam jumlah yang luar biasa besar, serta perangkat lunak yang didasarkan pada neuron di otak manusia, untuk membuat produk AI-nya. Namun, daya komputasi besar dan gaji karyawan tinggi mempersulit OpenAI untuk menjadi nirlaba.
AI untuk Teks dan Gambar
OpenAI memulai membangun sistem yang memahami bahasa, memanfaatkan kumpulan teks di internet untuk dipelajari. Pada 2020, mereka merilis GPT-3, alat penghasil teks atau chatbot.Setelah itu, OpenAI mencoba meniru kesuksesan GPT-3 dengan memberinya kode komputer dan membuat alat yang disebut Codex, yang membantu pemrogram komputer menulis kode lebih cepat.
Lihat Juga :