Terus Ditekan Negara Barat, TikTok Malah Makin Canggih
Kamis, 09 Maret 2023 - 08:42 WIB
Parlemen Eropa, Komisi Eropa dan Dewan Uni Eropa baru-baru ini melarang penggunaan aplikasi Tiktok untuk para staf karena meningkatnya kekhawatiran tentang keamanan data.
TikTok adalah perusahaan yang dimiliki oleh perusahaan China, yaitu Bytedance. Eropa khawatir jika China akan dapat memanen data pengguna Eropa atau digunakan demi pemerintahan China.
Sementara itu, Gedung Putih telah mendukung undang-undang yang memberikan kekuatan baru kepada administrasi untuk melarang aplikasi video milik China Tiktok dan teknologi berbasis asing lainnya jika mereka menimbulkan ancaman keamanan nasional.
Sebagai bagian dari langkah ini, perusahaan mengkonfirmasi akan segera membuka pusat data kedua di Irlandia, dan satu lagi di wilayah Hamar di Norwegia. Pusat data ini akan dioperasikan oleh pihak ketiga yang dirahasiakan.
“Pendekatan kami sangat terbuka untuk pemerintah, regulator, dan ahli untuk memberi kami nasihat dan nasihat mereka tentang bagaimana kami dapat melakukan ini lebih efektif,” tambah Bertram.
TikTok adalah perusahaan yang dimiliki oleh perusahaan China, yaitu Bytedance. Eropa khawatir jika China akan dapat memanen data pengguna Eropa atau digunakan demi pemerintahan China.
Sementara itu, Gedung Putih telah mendukung undang-undang yang memberikan kekuatan baru kepada administrasi untuk melarang aplikasi video milik China Tiktok dan teknologi berbasis asing lainnya jika mereka menimbulkan ancaman keamanan nasional.
Sebagai bagian dari langkah ini, perusahaan mengkonfirmasi akan segera membuka pusat data kedua di Irlandia, dan satu lagi di wilayah Hamar di Norwegia. Pusat data ini akan dioperasikan oleh pihak ketiga yang dirahasiakan.
“Pendekatan kami sangat terbuka untuk pemerintah, regulator, dan ahli untuk memberi kami nasihat dan nasihat mereka tentang bagaimana kami dapat melakukan ini lebih efektif,” tambah Bertram.
Lihat Juga :