Bersaing dengan ChatGPT, Google Umumkan Rilis Bard

Selasa, 07 Februari 2023 - 21:09 WIB
Dr Armin Alimardani, dari Fakultas Hukum Universitas Wollongong, meneliti dampak sosial, etika, dan hukum dari teknologi baru seperti AI. Dia menyatakan keprihatinannya tentang potensi konsekuensi negatif dari teknologi Google yang telah lama diperdebatkan, dan mempertanyakan kesiapannya.

“Kita tidak boleh lupa bahwa salah satu tujuan utama penelitian AI adalah untuk meningkatkan kualitas hidup individu dengan membuat tugas menjadi lebih mudah dan efisien,” katanya. Tentu dampaknya teknologi AI dapat mengambil alih pekerjaan manusia.

ChatGPT telah dilarang di sekolah-sekolah di Australia dan luar negeri, tetapi beberapa pakar berpikir sudah saatnya merangkul teknologi AI. Bukan hanya dalam konteks pendidikan, tetapi dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga; Google Lirik Produk Teknologi AI Setelah Pangkas 12.000 Pekerja

“Saya pikir pertanyaan tentang apakah teknologi tertentu akan membuat kita kehilangan pekerjaan, sejarah telah menunjukkan bahwa bukan itu masalahnya. Saya pikir itu hanya sifat pekerjaan yang akan berubah,” kata Profesor Kok-Leong Ong, Direktur Enterprise AI dan Data Analytics Hub RMIT.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!